Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, audit dilakukan untuk mencegah terulangnya musibah mezanin roboh di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, kemarin siang.
"Kami juga akan membuat tim khusus yang berperan sebagai tim gabungan," kata Sandiaga saat ditemui wartawan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (16/1).
Nantinya, tim itu akan diisi oleh para ahli sipil, tim dari Pemprov DKI, dan pihak swasta. Sandi juga benarkan bahwa tugas pertama tim itu adalah mengaudit Gedung BEI. Setelah itu, mereka bertugas untuk mengaudit gedung lain yang ada di Jakarta.
"Jadi tim itu pertama melihat di BEI dulu," jelas politisi Partai Gerindra ini.
Karena itu, Sandi berharap masyarakat Jakarta tidak berspekulasi tentang penyebab musibah di Gedung BEI. Lebih baik menunggu hasil penyelidikan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).
"Kita tunggu hasil laporannya," imbau Sandi.
Kemarin, Mabes Polri membuka peluang untuk memeriksa kontraktor yang membangun Gedung BEI menyusul musibah mezanin roboh itu.
Setelah blueprint, kami lihat kontraktornya siapa. Harusnya dideteksi dengan perawatan yang berkala," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/1).
Menurut Setyo, semua bangunan pasti memiliki blueprint yang salah satunya menerangkan berapa lama kekuatan bangunan. Misalnya, sebuah bangunan bisa bertahan untuk jangka waktu 25 tahun. Kalau bangunan sudah ambruk sebelum batas waktu itu maka bisa menjadi bahan penyelidikan.
Biasanya, masih kata Setyo, setiap gedung dicek secara berkala sesuai prosedur standar operasi pengelola. Kejadian mezanin BEI yang roboh dapat diduga karena kurang pengawasan dari pengelola.
[ald]
BERITA TERKAIT: