Usai acara, pria yang akrab disapa Sandi ini mengakui pentingnya acara tersebut. Sebab, ada 720 entitas akuntansi keuangan digabung ke dalam satu entitas penggabung melalui proses rekonsiliasi laporan keuangan.
"Saya dulu pikir saya paling terekspos dari masalah keuangan ini. Tapi baru tahu kali ini bahwa jumlahnya ini yang terbanyak. Yang mungkin seluruh pemerintahan dan di seluruh dunia usaha. Ada 720 konsolidasi," ujarnya di lokasi.
Ia pun bangga karena tahun ini, Pemprov DKI untuk pertama kalinya tepat waktu dalam merampungkan Laporan Keuangan.
"Tanggal 30 Desember jam 16.00 tutup. Sekarang tutup (buku) sudah. Tinggal konsolidasi," jelasnya.
Bukan hanya itu, papar Sandi, Pemprov DKI sudah menggunakan transaksi 'zaman now',
cashless. Diharapkan dengan transaksi
cashless, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mampu bekerja lebih maksimal dan akuntabel. Dengan begitu, laporan keuangan Pemprov DKI bakal memperoleh opini wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).
"Jadi itu yang kita
kick off kan hari ini. Kita minta SKPD pantau semua. Tadi Pak Sekda sudah saya perintahkan untuk memastikan bahwa pencatatan aset, penindaklanjutan temuan BPK ini menjadi salah satu indikator KPI ke depan," pungkasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: