Jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 yang hanya enam persen, target yang ingin dicapai sesungguhnya jauh di atas tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kita ingin tembus angka lebih tinggi," ujar pria yang akrab disapa Sandi ini di gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (8/1).
Sandi mengakui bahwa target sedemikian besar tidaklah mudah dicapai. Namun pihaknya menganggap itu sebagai tantangan meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stagnan di angga lima persen.
Untuk itu jugalah Pemprov, sambung Sandi bakal menggenjot sektor jasa yang dinilai paling menguntungkan. Utamanya jasa transportasi dan pergudangan.
"Juga sektor yang selama ini memberi kontribusi sangat positif yaitu jasa keuangan, dari sisi permintaan yang akan mendorong dari segi investasi," imbuhnya.
Lebih lanjut kinerja saja belum cukup untuk mencapai target yang diinginkan, Sandi merasa perlu ada regulasi dan birokrasi yang ramah akan investasi. Dengan begitu, indeks kemudahan berbisnis atau ease of doing business di Jakarta dapat lebih baik lagi.
"Posisi (DKI Jakarta) 144 rankingnya harus diperbaiki secara signifikan," pungkasnya.
[nes]