Quran Raksasa tersebut dipahat di lembar kayu berukuran besar. Setiap lembarnya, tersusun rapi hingga berketinggian kurang lebih 9 meter. Setiap tulisanayat terukir dengan warna emas sehingga menjadikan bayt Quran menjadi megah dan indah untuk dilihat.
"Baru kali ini saya bisa ke sini dan takjub melihat karya yang luar biasa. Ini adalah sebuah karya yang tidak ternilai karena melewati tantangan, dan ini perjuangan yang luar biasa," kata AHY pada hari terakhir kunjungannya di Palembang.
"Saya mendoakan semoga kebanggaan kita ini dapat menghadirkan barakah," lanjut putra sulung SBY ini seperti dalam keterangan tertulisnya.
Terkesima akan keindahan tersebut, AHY mengakui bahwa ia jatuh cinta terhadap keindahan Palembang. Dia juga berjanji suatu saat akan kembali lagi berkunjung ke Palembang.
Pada kunjungan ini, AHY sekaligus menghadiri acara Silaturahmi dan Tabligh Akbar bersama ulama, pimpinan pesantren, tokoh masyarakat, dan majelis taklim Kota Palembang. AHY yang disambut meriah oleh warga pesantren, juga secara simbolis menanam pohon di depan pesantren tersebut.
Sebelumnya, AHY mengunjungi Masjid Cheng Ho, Palembang. Masjid Cheng Ho memiliki keunikan tersendiri dengan nuansa dan sentuhan arsitektur gaya Tiongkok. Masjid berwarna merah itu dihiasi dengan paduan warna kuning dan aneka ragam ukiran tulisan Tiongkok.
"Saya mendengar Masjid Cheng Ho menjadi tujuan wisata religi di Palembang. Begitu saya tiba saya melihat sebuah kawasan masjid yang indah, khas dan jarang ditemukan," lanjutnya.
Turut hadir mendampingi AHY antara lain, Anggota DPR RI Sumatera Selatan yang juga Pemimpin Pesantren Al Ihsaniyah Syofwatillah Mohzaib, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki, serta Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia H. Ahmad Afandi.
[rus]
BERITA TERKAIT: