Seremoni pelepasan Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya dihadiri oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Presiden Aksi Cepat Tanggap Ahyudin.
Pelepasan Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya ditandai dengan penekanan tombol sirine sebagai simbolis kapal berlayar.
Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya siap lepas jangkar menuju Pelabuhan Chittagong, Bangladesh, membawa empati bangsa Indonesia dalam rupa 2 ribu ton beras.
Dalam pidato pembukanya, Khofifah menyampaikan, ikhtiar kemanusiaan tersebut berhasil mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia.
“Kami, Kementerian Sosial, merasa public-private partnership di negeri ini terbangun. Ada bantuan kemanusiaan yang secara resmi dilepas oleh Presiden RI Joko Widodo. Ada juga bantuan kemanusiaan yang digalang oleh masyarakat Indonesia. ACT menjadi lembaga kemanusiaan sekaligus kanal bagi banyak masyarakat Indonesia yang saat ini ingin menyalurkan kepeduliannya untuk saudara-saudara Rohingya," papar Khofifah sebagaimana rilis dari Manager Komunikasi dan Media Network Aksi Cepat Tanggap (ACT), Lukman Azis Kurniawan kepada redaksi, Jumat (22/9).
Sebelumnya, tepatnya Selasa (19/9), 2.000 ton beras itu dilepas secara simbolis oleh Ahyudin selaku Presiden ACT dari Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Iring-iringan kontainer disambut meriah oleh ribuan warga Cepu.
“Bahwa dari Bumi Blora, mewakili Indonesia yang besar, kita kirimkan 2.000 ton beras memberi perhatian besar untuk Rohingya yang sedang mengalami penderitaan besar," tutur Ahyudin selagi melepas konvoi kontainer menuju Tanjung Perak, Surabaya.
[wid]
BERITA TERKAIT: