Dalam kunjungannya tersebut, Ryamizard menilai bahwa medium
tank yang memiliki bobot sekitar 73 ton tersebut paling tepat digunakan
di Indonesia karena karakter medannya, terutama di Sumatera dan Jawa.
Ryamizard
berharap bahwa medium tank akan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan
dalam negeri serta menggantikan tank-tank yang lama.
"Kita
harapkan tank-tank yang lama itu digantilah. Kita memerlukan 500 unit.
Tapi kan ini baru tahap awal. Kalau sudah jelas, paling butuh buat dua
batalion. Jadi sekitar 100 unit," ujar Ryamizard.di kantor PT Pindad,
Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, seperti keterangan yang diterima
redaksi.
Proyek medium tank sendiri adalah program pemerintah
yang termasuk tujuh pengembangan strategis Kemenhan. Proyek ini sudah
dimulai pada 2015 lalu dan rencananya diperlihatkan pada puncak perayaan
HUT ke-72 TNI di Cilegon pada 5 Oktober mendatang.
Direktur
Utama PT Pindad Abraham Mose mengapresiasi dukungan Ryamizard ke
industri pertahanan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan alutsista
negara.
"Ini merupakan atensi dari Menhan terhadap perkembangan
terkini dari kesiapan industri pertahanan, khususnya BUMN strategis,
dalam mendukung alutsista TNI dan Polri. Pindad merancang medium tank
ini untuk melengkapi dan memenuhi kebutuhan alutsista dalam menjaga
kedaulatan NKRI," jelasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: