Belasan kabupaten/kota tersebut adalah mitra Usaid Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (Usaid Prioritas).
Salah satu tujuan program Usaid Prioritas adalah meningkatkan kemampuan membaca siswa dan mengembangkan budaya membaca di sekolah-sekolah, yang secara langsung mendukung program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Kemendikbud. Usaid Prioritas juga mendukung sekolah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa awal kelas. Usaid memberi hibah lebih dari delapan juta buku bacaan berjenjang untuk lebih dari 13.000 sekolah tingkat SD/MI di provinsi yang menjadi mitra, dan memberikan pelatihan guru untuk meningkatkan kemampuan dalam menggunakan buku-buku tersebut.
"Kemampuan membaca adalah dasar dari pembelajaran. Dengan dasar yang kuat dari keterampilan membaca yang baik, siswa akan lebih siap untuk sukses ketika dewasa dan sebagai warga negara," kata Direktur Kantor Pendidikan Usaid Peter Cronin, Senin (20/3).
"Pemerintah kabupaten/kota mitra kami yang berdedikasi telah berkomitmen menganggarkan Rp 213 miliar dari anggaran daerah untuk mendukung program literasi," lanjutnya.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menyampaikan apresiasi kepada Usaid yang telah melakukan pendampingan literasi kepada SD/MI dan SMP/MTs di tujuh provinsi sejak 2013. Melalui pendampingan, sekolah dapat mengimplementasikan program literasi secara menyeluruh. Tidak hanya itu, Usaid Prioritas juga mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan APBD, memberlakukan regulasi, dan menciptakan inovasi yang mampu membuat program literasi berjalan cepat dan berkelanjutan.
"Anugerah Literasi Prioritas diberikan sebagai apresiasi Kemendikbud kepada kabupaten/kota mitra Usaid Prioritas. Apresiasi itu diharapkan menjadi motivasi agar pemda terus mengembangkan program-program literasi secara kreatif dan inovatif," jelasnya.
Ditambahkan Hamid, program membaca di sekolah mitra Usaid Prioritas telah berhasil meningkatkan minat membaca dan mengembangkan budaya baca sekolah. Sekolah telah menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam fasilitas dan kegiatan untuk mendukung program pengembangan budaya membaca. Faktor kunci dalam keberhasilan program adalah pemda yang telah meluncurkan program keaksaraan sendiri dan antusiasme masyarakat.
Usaid Prioritas sendiri merupakan program lima tahun yang didanai oleh Usaid untuk meningkatkan akses ke pendidikan dasar yang berkualitas. Program dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan berkelas dunia kepada siswa di Indonesia.
Dari 90 kabupaten/kota, terdapat 19 yang diajukan ke Kemendikbud menjadi kabupaten/kota literasi. Yaitu Aceh Barat Daya, Bireun, Labuhanbatu, Serdang Bedagai, Serang, Tangerang, Kota Cimahi, Bandung Barat, Tasikmalaya, Banjarnegara, Demak, Sragen, Banyuwangi, Blitar, Lumajang, Sidoarjo, Sidrap, Maros, dan Wajo.
[wah]
BERITA TERKAIT: