"Sulit sekali akses data banjir ke BPBD DKI Jakarta saat ini. Posko BNPB meminta data tapi tidak dikirim. Ada masalah apa?" kicau Sutopo dalam akun resminya @Sutopo_BNPB, Selasa (21/2).
Menurut Sutopo, data banjir, dampak, dan penanganannya haruslah disampaikan ke publik.
"Agar masyarakat tahu. Jangan disembunyikan. Bencana adalah kemanusiaan," tulis Sutopo lagi.
Namun ketika coba diakses, dua
tweet tersebut sudah tak ada lagi alias dihapus.
Dari pantauan redaksi, sudah muncul kicauan baru Sutopo seolah memberi klarifikasi bahwa dampak dan penangan banjir Jakarta dari BPBD DKI telah dikirimkan ke BNPB dan media sosial.
"Data akan terus diupdate," lanjut Sutopo sembari mention akun Presiden Jokowi @jokowi.
Berdasarkan informasi data dari BNBP pagi tadi, menyebutkan bahwa terdapat 54 titik banjir dan genangan yaitu di Jakarta Selatan (11 titik), Jakarta Timur (29 titik), dan Jakarta Utara (14 titik).
Tinggi banjir terparah di Cipinang Melayu, Jakarta Timur dengan variasi 40-150 centimeter
.[wid]
BERITA TERKAIT: