Hal itu sebagaimana hasil temuan dari survei terbaru yang dirilis Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI).
Founder KedaiKOPI Hendri Satrio menjelaskan bahwa survei terbaru yang dirilis ini merupakan respon masyarakat ibukota terhadap program alternatif dalam mengatasi kemacetan di Jakarta.
"Sebelumnya kami survei tentang pilihan transportasi warga Jakarta, kali ini kami ingin mengetahui respon publik tentang program Ganjil Genap dan rencana Electronic Road Pricing (ERP)," jelas Hendri dalam keterangan tertulinya, Kamis (9/2).
Dipaparkan Hendri bahwa sebanyak 71,75 persen responden menilai Program Ganjil Genap tidak efektif dalam mengatasi kemacetan.
"Hanya sebanyak 27 persen responden yang mengatakan efektif, sementara sisanya menjawab tidak tahu," ujar dosen Universitas Paramadina ini.
Sementara Program Electronic Road Pricing (ERP) yang akan diluncurkan justru mendapat respon lebih baik dari masyarakat. Walau tingkat respon positif masyarakat belum melewati level 50 persen.
"Hanya 32,75 persen responden mengatakan ERP akan efektif mengatasi kemacetan, sementara 64,25 persen berpendapat tidak akan efektif sementara sisanya tidak tahu," urai Hendri.
Survei ini dilakukan metode tatap muka dan melibatkan 400 responden. Survei dilakukan pada tangga 9 hingga 12 Januari 2017.
[ian]
BERITA TERKAIT: