"Daerah Bima memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik tetapi rawan bencana. Kejadian bencana banjir merupakan indikator tingginya daerah rawan bencana diperlukan mitigasi dalam pengurangan risiko bencana," kata Willem dalam rapat.
Ia menilai pemerintah daerah telah melaksanakan tanggap darurat yang sangat baik. Hal ini merupakan koordinasi pemerintah daerah dengan masyarakatnya berlangsung baik. Selain itu antusiasme masyarakat Indonesia untuk membantu sangat besar, harus dapat dikelola sebaik mungkin.
"BNPB akan membantu Pemda, yaitu dalam anggaran, peralatan, bantuan logistik yang sudah diberikan Rp 3,4 miliar, dan bantuan manajerial, yaitu didampingi oleh inspektorat utama," jelasnya.
Willem mengingatkan, penanganan korban pasca banjir sesuai arahan Presiden Jokowi yaitu agar memenuhi kebutuhan dasar, tangani pengungsi dengan sebaik-baiknya. Selain itu membuat pendataan peralatan yang dibutuhkan untuk pembersihan jalan, dan rumah warga. Hal lain yang perlu diperhatikan kebersihan umum, layanan pendidikan (perbaiki sarana pendidikan secepatnya), fasilitas kesehatan, dan fasilitas peribadatan.
"Upaya dalam penanganan jangka panjang normalisasi sungai, perbaiki drainase, dan perhatikan tata ruang," ujar Willem.
Sementara itu Walikota Bima, M. Qurais H. Abidin, mengatakan, logistik yang diadakan pihaknya dan bantuan dari para donatur terlihat berdatangan, seperti beras, mi instan, dan air mineral.
'
Penyaluran bantuan kepada korban bencana sudah dilakukan, makanan siap saji, air bersih, dan pakaian layak pakai masih dibutuhkan oleh korban banjir," kata Qurais.
[wid]
BERITA TERKAIT: