Acara yang digelar dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru ini penuh dengan keberagaman, lantaran para pengisi acaranya tidak hanya mahasiswa beragama nasrani, tapi ada juga yang muslim. Demikian juga tamu undangan yang hadir. Mereka bahkan ikut menyanyikan kidung puji-pujian Natal.
"Inilah Harmoni Natal, kita berbeda-beda, agama, suku, dan ras. Namun, perbedaan itu jangan ditonjolkan,†kata Rektor Untar Prof Dr Agustinus Purna Irawan sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (16/12).
Agustinus menambahkan, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus menjadi modal utama memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan jangan sampai menjadi pemecah persatuan dan kesatuan.
"Lewat harmoni Natal ini, kami ingin memberikan contoh kepada masyarakat kalau perbedaan itu sebenarnya indah. Namun akan jadi petaka bila kita lebih menonjolkan perbedaan," terangnya.
"Mari bersatu padu menciptakan perdamaian di muka bumi, khususnya Indonesia," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: