Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.
Prabowo menyebut perayaan Natal Nasional merupakan sebuah kehormatan baginya sekaligus momentum untuk menegaskan nilai kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Perayaan ini membuktikan bangsa Indonesia bangsa yang rukun, bangsa yang harmonis. Kita saling hormat-menghormati saudara-saudara,” ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung teladan para pemimpin bangsa terdahulu yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Ia mencontohkan Presiden pertama RI, Soekarno, yang menunjuk seorang Nasrani sebagai arsitek Masjid Istiqlal.
“Bung Karno presiden, dia membuat masjid terbesar Republik Indonesia, Masjid Istiqlal. Arsiteknya dia tunjuk orang Nasrani. Orang Nasrani yang jadi arsitek Masjid Istiqlal. Di mana ada seperti ini?” kata Prabowo
Prabowo kemudian berbagi pengalaman pribadinya dalam membangun rumah ibadah dan membina kegiatan seni yang melibatkan lintas agama. Ia juga menceritakan momen ketika anggota bandnya yang beragama Kristen melantunkan selawat saat Lebaran.
“Ini apa ya membuat hati saya merasa hangat. Saya bangga menjadi anak Indonesia,” tambahnya.
Menutup pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kerja sama demi Indonesia yang damai dan sejahtera.
“Marilah kita jaga persatuan kita, marilah semuanya terus menggalang dan memajukan persatuan, kerja sama yang baik, saling mengasihi, saling menjaga, saling menghormati, saling melindungi, dan saling memaafkan kesalahan-kesalahan kita,” pungkas Prabowo.
BERITA TERKAIT: