Program-program pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, tanggap bencana, hingga pemberdayaan ekonomi umat menjadi bukti bahwa zakat dapat dikelola secara modern dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan, di negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan tingkat ketimpangan yang masih menjadi tantangan, zakat memiliki potensi luar biasa sebagai penguat solidaritas sosial dan instrumen keadilan ekonomi.
"Zakat harus diposisikan sebagai bagian dari solusi kebangsaan,” kata Fahira melaui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 17 Januari 2026.
Namun demikian, Fahira mengingatkan bahwa tantangan pengelolaan zakat di Indonesia masih cukup besar. Potensi zakat nasional yang tinggi belum sepenuhnya tergarap optimal, sementara literasi zakat masyarakat masih beragam.
Di sisi lain, kompleksitas persoalan kemiskinan, pekerja informal, hingga kelompok rentan yang terdampak krisis global dan bencana, menuntut pendekatan zakat yang semakin adaptif dan berkelanjutan.
Aktivis perempuan ini juga menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik. Transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola yang kuat menjadi prasyarat utama agar zakat terus tumbuh dan memberikan dampak yang lebih luas.
Pemanfaatan teknologi digital dalam penghimpunan dan pelaporan zakat dinilai sebagai langkah strategis yang harus terus diperkuat.
"Jika dikelola dengan amanah dan visioner, zakat akan menjadi salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia,” pungkas Fahira.
BERITA TERKAIT: