Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata jumlah korban meninggal sebanyak 101 orang, di mana 94 korban di antaranya berhasil diidentifikasi. Kemudian untuk korban luka berat 134 orang, dan sebanyak 532 luka ringan.
"Pengungsi terus bertambah karena masuknya laporan dari pos pengungsian ke posko utama," lanjut Kepala Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (12/12).
Hingga hari ini, papar Sutopo, rercatat jumlah pengungsi 83.838 orang yang tersebar di 124 titik. Pengungsi tersebut berasal dari Pidie Jaya sebanyak 82.122 orang di 120 titik dan 1.716 orang di empat titik di Kabupaten Bireuen.
Distribusi 82.122 orang pengungsi di Pidie Jaya adalah Kecamatan Meureudu 13.965 orang, Meurah Dua 11.391, Trianggadeng 18.512, Bandar Baru 14.209, Pante Raja 8.153, Bandar Dua 3.170, Ulim 9.763, dan Jangka Buaya 2.959 orang. Sedangkan 1.716 orang pengungsi di Bireuen tersebar di Matang Mns Blang 1.100 orang, Masjid Matang Jareung 13, Masjid Alghamamah 405, dan Masjid Kandang 198 orang.
Untuk kerusakan fisik akibat gempa meliputi rumah 11.668 unit, masjid 61 unit, meunasah 94 unit, ruko 161 unit, kantor pemerintahan 10 unit, fasilitas pendidikan 16 unit, dan lainnya.
"Pendataan detil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan," kata Sutopo.
Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei yang terus berada di lokasi bencana sejak hari pertama kejadian gempa di Pidie Jaya mengatakan, data dampak bencana harus secepatnya dituntaskan.
"Kalau tidak ada database yang valid, kita sulit untuk selesaikan pekerjaan ini. Salah satu jumlah pengungsi," jelasnya.
Bantuan selanjutnya adalah bantuan stimulus pembangunan rumah. BNPB, kata Willem, tengah menunggu pendataan rumah diselesaikan.
"Saya sudah perintahkan Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB untuk turunkan tim menghitung kerugian dan kerusakan, serta biaya untuk pemulihan pasca gempa," imbuh Willem.
[wid]
BERITA TERKAIT: