Menurut Ineu, penolakan itu mencoreng pesan perdamaian Apel Nusantara Bersatu yang digelar di Bandung beberapa waktu lalu.
"Padahal saat ini kita sedang menguatkan rasa persaudaraan yang tinggi, kebangsaan yang luar biasa. Bahkan Apel Nusantara kemarin itu luar biasa, ini harus ada kesadaran bersama," tegas Ineu di Bandung, Rabu (7/12), seperti dikabarkan
RMOL Jabar.
Politikus dari PDI Perjuangan itu mengimbau masayarakat agar menjunjung tinggi keanekaragaman antarumat beragama. Apalagi toleransi sudah menjadi komitmen seluruh agama pada kegiatan Apel Nusantara tersebut.
Ia menambahkan, momentum perdamaian yang dicanangkan Pemerintah jangan hanya komitmen dan sebatas diucapkan, namun juga dilaksanakan untuk menciptakan kerukunan di atas semua perbedaan.
"Kebersamaan dalam NKRI, kebersamaan dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi komitmen bersama yang dibangun, menjaga toleransi," tegasnya.
Jabar, lanjut Ineu, dikenal ramah dan jauh dari potensi konflik dari segala aspek. Kondisi ini, harapnya, harus dijaga dan dikawal jangan sampai terpicu oleh aksi-aksi intoleran terlebih yang mengarah kepada keagamaan.
"Selama ini Jawa Barat adalah provinsi yang ramah terhadap masalah-masalah tersebut. Jangan sampai sekarang tercoreng oleh kejadian intoleransi," tukasnya.
Kegiatan peribadatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12), mendapat penolakan.
Dalam insiden tersebut, jemaat Kristiani yang akan melakukan ibadah KKR mendapat aksi penolakan oleh sekelompok massa yang menamakan diri ormas Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) Jabar.
[rus]
BERITA TERKAIT: