Begitu disampaikan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyikapi pembubaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) oleh sekelompok orang intoleran di Sabuga, Bandung, kemarin (Selasa, 6/12).
"Watak toleransi merupakan watak otentik bangsa Indonesia, maka penting untuk terus merawat watak tersebut. Mari bangun tradisi dialog dan tradisi hukum bila ada yang tidak berkesesuaian dan tidak berkeadilan," ujar Dahnil.
Menurutnya, penting sekali Pemerintah Daerah menjadi mediator dialog dengan pihak yang berusaha membubarkan acara KKR tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang mengancam merusak toleransi beragama.
"Jangan sampai kebebasan beragama dan beribadah bagi umat beragama terganggu karena ketidakmampuan Pemerintah Daerah menjadi mediator dialog antar berbagai pihak terkait pelaksanaan KKR tersebut," kata dia melanjutkan.
"Pihak kepolisian harus bersikap terang dan tegas. Bila ada yang bertindak anarkis dan mengancam maka harus ditindak dengan tegas. Hukum harus ditegakkan dengan adil dan berkeadilan," masih katanya.
Dia juga mengatakan, dari kasus ini penting ormas apapun, menghormati hukum dan tidak melakukan tindakan sepihak pembubaran acara atau ibadah kelompok lain.
"Efeknya, buruk, akan terjadi upaya anarkis yang saling menegasikan terkait dengan acara-acara kelompok tertentu yang tidak disetujui dengan cara-cara yang serupa," demikian Dahnil.
[dem]
BERITA TERKAIT: