Mengesampingkan Keadilan, Ahok Gagal Bangun Jakarta!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 18 Oktober 2016, 22:00 WIB
Mengesampingkan Keadilan, Ahok Gagal Bangun Jakarta<i>!</i>
Foto: Istimewa
rmol news logo Penggusuran dan pembongkaran ‎yang semena-mena terjadi di Ibukota Jakarta sudah tidak bisa dibenarkan. Ini mengingat tujuan akhir dari sebuah proses politik adalah perikemanusiaan.

Begitu dikatakan Presidium Gerakan Perubahan Jakarta (GPJ), ‎Berry Nuryaman dalam diskusi bertajuk 'Jakarta untuk Perubahan' di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/10).

"Proses politik dan kepemimpinan‎ mau bagaimanapun itu selalu tentang perikemanusiaan. Memanusiakan manusia," jelasnya.

Menurut Berry, jika suatu pemerintahan tidak mampu menciptakan perikemanusiaan dan perikehidupan yang lebih baik secara jiwa dan raga, maka proses pembangunan di sebuah wilayah tersebut bisa disebut gagal.

Begitu juga pembangunan fisik yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang selalu mengesampingkan prinsip kemanusiaan dalam setiap penggusuran. Ahok secara semena-mena menggusur pemukiman warga tanpa terlebih dahulu mengadakan rembug, juga tanpa memperhatikan nasib warga yang tergusur.

"Jadi proses pembangunan Jakarta layak disebut gagal karena semakin menjauh dari perikemanusiaan dan perikehidupan yang berkeadilan sosial," pungkasnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA