Bulan Depan, Jumlah Penerima PKH Bertambah 2,5 Juta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Sabtu, 15 Oktober 2016, 09:52 WIB
Bulan Depan, Jumlah Penerima PKH Bertambah 2,5 Juta
ulyadi Jayabaya
rmol news logo Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bulan depan akan ada tambahan 2,5 juta bagi penerima manfaat dari Conditional Cash Transfer (CCT) atau Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh Indonesia.

"Pada November 2016, akan ada tambahan 2,5 juta penerima manfaat dari CCT atau PKH di seluruh Indonesia," ujar Mensos di GBKP Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (14/10).

Di Kabupaten Karo, kata Mensos, ada tambahan 700 ribu penerima yang merupakan penerima baru sama sekali pada 2015. Juga, akan mendapat porsi tambahan sebanyak 8.500 penerima pada November ini.

"Pada November ini, ada pengembangan di 42 kabupaten/kota. Di Kabupaten Karo mendapat 1.200 jadi total 9.780. Diharapkan dengan tambahan bantuan sosial ada penguatan bagi warga untuk mendorong anak-anak mereka tetap bersekolah," ucapnya.

Bagi warga harus beradaptasi dengan kondisi Gunung Sinabung yang sudah 5 tahun. Melalui PKH akan ada upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dari mereka yang terdampak, terutama untuk pendidikan dan perbaikan gizi.

"Segera digelar pertemuan wali kota/bupati se-Sumatera Utara untuk pemetaan, agar bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) Rp 1,4 triliun bisa ada pendampingan, monitoring, pengawalan, serta bisa tepat sasaran," imbuhnya.

Penerima PKH yang memiliki rumah tidak layak, berhak mendapatkan intervensi bantuan rumah menjadi layak huni. Bagi warga yang memiliki usaha bisa mendapatkan bantuan modal Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

"Perhitungan kami, warga penerima bansos PKH bisa mandiri dalam 5 tahun. Namun, jika ditambah menjadi pengelola e-warong lebih cepat yaitu 2 tahun," katanya.

Sebagai gambaran akhir 2015, telah diwisuda sebanyak 400 ribu penerima PKH menjadi keluarga mandiri. Sedangkan di akhir tahun ini, akan diwisuda tidak kurang dari 122 ribu.

"Ada pergerakan cukup signifikan, akhir tahun lalu ada 400 ribu dan di akhir tahun ini mencapai 122 ribu penerima PKH yang diwisuda menjadi keluarga mandiri, " tegasnya.

Terkait dari tugas pendamping PKH, yaitu mendata penerima yang masih menerima (exis) dan mana yang tidak menerima lagi (closing), sehingga dilanjutkan membuka kembali sampai pada pencarian tahap 4.

"Pencairan se-Kabupaten Karo closing data dan dibuka lagi sampai pencairan tahap 4 yang memungkinkan ada data exit dan entery 3 bulan dan itu semua relatif dinamis," katanya.

Pemerataan bansos non tunai diputuskan di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk 44 kabupaten/ kota dan di Kabupaten Karo belum masuk di dalamnya.

Tugas Kemensos dalam bencana alam adalah pada masa tanggap darurat. Kini, Kabapten Karo masuk proses recovery dan saat mengunjungi lokasi pengungsian warga minta rekomendasi berupa alat transportasi untuk membantu anak-anak mereka berangkat ke sekolah.

"InsyaAllah, bantuan berupa alat transportasi untuk mendukung anak-anak berangkat ke sekolah sudah ada diharapkan anak-anak bisa tenang bersekolah, dan segera dideliver kepada warga di pengungsian," kata Mensos Khofifah Indar Parawansa. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA