"Diperkirakan perahu kelebihan muatan sehingga miring kemudiam tenggelan di Bengawan Solo," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (8/10).
Berdasarkan informasi dari Polsek Babat dan laporan dari BPBD setempat, dari 25 orang santri yang tenggelam, 18 orang santri selamat, sedangkan 7 orang santri belum berhasil ditemukan.
"Hingga Jumat malam tim SAR gabungan belum berhasil menemukan 7 santri yang hilang tersebut," terang Sutopo.
Daftar 18 santri yang selamat adalah: M. Solihul Widad (13 tahun); M. Mu'zi AL Athiq (18); Ahmad Iqbal (20); A. Nu'man Al Murtadlo (20); A. Ali Sibro Mulisi (12); Khabib Abdurozaq (13); Syamsud Duha (23); M. Imam Bukhori (18); Abu Bakar (20); A. Rofiqi Yusuf (19); Abdurohman (18); M. Khoirul Anam (20); M. Murtadlo (19); Tondi Marpaung (14); Faisal Tanjung (17); Awaludin (15); Ilzam Fatoni (19); dan Ahmad Umar (12).
Sedangkan 7 orang santri yang belum ditemukan: Abdullah Umar (15) asal Kec. Bedilan, Kab. Gresik; M. Barikli Amri (12), Kec. Manyar, Kab. Gresik; M. Lujaini Dani (13), Kec. Manyar, Kab. Lamongan; Muksin (16), Kec. Tambaksari, Kota Surabaya; Rizki Nur Habib (15), Kec. Percut Seituan, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara; M. Arif Mambruri (18), Kec. Sumberejo, Kab. Bojonegoro; dan M. Afiq Fadhil (19), Kec. Bulukamba, Kab. Brebes.
Jelas Sutopo, upaya pencarian korban terus dilakukan. Basarnas mengerahkan dia tim rescue untuk melaksanakan kegiatan operasi SAR di Bengawan Solo, Widang Tuban dan satu tim rescue guna kegiatan operasi SAR di Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.
BPBD Kabupaten Lamongan berkoordinasi dengan Forum Pimpinan Kecamatan Babat sedangkan BPBD kabupate Tuban melakukan koordinasi dengan warga setempat.
"Kendala di lapangan adalah debit Bengawan Solo yang cukup besar karena debit dari hulu makin besar. Kondisi air sungai berwarna coklat dan berarus cukup kencang. Hujan juga sering turun sehingga menyulitkan pencarian korban," demikian Sutopo.
[rus]
BERITA TERKAIT: