Ahok: Tanpa Pengawasan, Operasi Pasar Bisa Bikin Orang Kaya Raya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/febiyana-1'>FEBIYANA</a>
LAPORAN: FEBIYANA
  • Selasa, 02 Februari 2016, 14:19 WIB
Ahok: Tanpa Pengawasan, Operasi Pasar Bisa Bikin Orang Kaya Raya
ilustrasi/net
rmol news logo Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menganggap kurangnya pengawasan pemerintah dalam pelaksanaan operasi pasar bisa membuat warga yang rakus malah semakin kaya raya.

Ahok menilai masyarakat kerap menimbun pasokan beras serta bahan pangan lainnya yang diperjualbelikan di operasi pasar.

"Om saya ini pemain beras, jadi saya mengerti sekali operasi pasar dengan Bulog. Operasi pasar bisa membuat orang menjadi kaya raya karena di-stok terus, (uangnya) pinjam dari bank," kata Basuki di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (2/2).

Untuk menghindari hal tersebut Pemrov DKI Jakarta mempersiapkan pembayaran non tunai. Dengan begitu, data penerima bahan-bahan pokok operasi pasar dapat terditeksi.

Di samping itu, Ahok menyambut baik pemberian pasokan 200.000 ton beras dari Bulog kepada PT Food Station Tjipinang Jaya.

"Saya bukan mau jadi konglomerat beras. Tetapi, pedagang jangan stok-stok beras sampai tiga bulan," ungkapnya

Sementara itu, Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti berharap kerja sama antara Perum Bulog dan PT Food Station Tjipinang Jaya dapat menstabilkan harga pangan di Ibu Kota. Dia mengatakan, stabilitas harga pangan di Jakarta akan diikuti daerah-daerah lainnya.

"Hari ini Perum Bulog dengan PT Food Station Tjipinang Jaya berkomitmen kerja sama stok dan distribusi beras, minimal 200.000 ton untuk kebutuhan warga Jakarta. Ini kerja sama demi keterjangkauan harga," kata Djarot. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA