Sejauh ini, penerapan Smart City lebih bersifat top-down atau government-led, di mana pemerintah berupaya memperbaiki pelayanan publik dengan menerapkan teknologi. Namun sejatinya, dalam penerapan konsep yang dinilai solutif ini, perlu digali lebih jauh mengenai peran masyarakat kota dalam mewujudkannya.
Di Kota Depok, Jawa Barat, konsep Smart City justru diusung langsung oleh warganya atau bersifat buttom-up. Warga Depok melalui komunitas-komunitasnya telah merintis sebuah gerakan proaktif untuk mewujudkan kehidupan kota yang lebih baik dan layak huni, atau dikenal sebagai Urban Civic Movement (UCM).
UCM di Depok merupakan hasil kolaborasi antar komunitas yang dianggap sebagai lokomotif gerakan warga perkotaan ini. Hal ini didasari atas kepedulian warga terhadap kota dan diwujudkan sesuai minat atau bakat masing-masing. Di antaranya, Komunitas Depok Digital yang menjadi wadah para pegiat IT, Depok Creative bagi para pegiat ekonomi kreatif, Institut Musik Jalanan bagi para musisi jalanan yang ingin meningkatkan kemampuan bermusik, Forum Komunitas Hijau yang menjadi aliansi komunitas lingkungan, Depok Mobi bagi para pengembang aplikasi selular, dan ratusan komunitas lainnya baik yang berbasis hobi, domisili maupun profesi.
Terkait Smart City, lebih dari setahun yang lalu, telah didirikan sebuah wadah untuk menjawab kebutuhan ruang kerja para profesional muda di Depok yang ingin berkarya dibidang IT dan ekonomi kreatif, yakni Code Margonda, sebuah ruang kerja bersama (co-working space) yang didirikan secara swadaya dan gotong royong oleh para pegiat komunitas.
Sejak pendiriannya, lebih dari 10 ribu pengunjung telah menikmati manfaatnya dan berbagai karya inovatif telah dihasilkan. Code Margonda menjadi contoh dari UCM, di mana warga kota secara mandiri dan proaktif mencoba mewujudkan masyarakat kota dan kehidupan kota yang lebih produktif berbasis creative digital.
Dalam Digital Forum ini, Code Margonda Depok akan menjadi tuan rumah yang menghubungkan dua figur yang kental dengan kepakaran di Smart City. Forum ini akan menghubungkan Depok dengan Chicago (Amerika Serikat) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan fasilitas video-conference yang didukung oleh CISCO pada Rabu besok (12/11).
Narasumber dalam forum itu antara lain, Hardik Bhatt, Managing Director CISCO Smart Cities, yang pernah menjadi Chief Information Officer (CIO) Kota Chicago, yang dikenal sukses mempelopori Smart City. Sementara dari ITB adalah Prof. Suhono Supangkat, pakar Smart City di Indonesia yang aktif secara global dalam keilmuan Smart City, yang belakangan menjadi penasihat berbagai kota besar di Indonesia dan pemerintah pusat dalam mengembangkan Smart City.
Dari Kota Depok sendiri, Code Margonda akan memaparkan UCM dan konsep co-working space serta karya-karya inovasi yang telah dilahirkan dalam mewujudkan kehidupan masyarakat kota yang "smart", seperti diantaranya aplikasi informasi banjir serta aplikasi sistem kelistrikan dan perangkat elektronik rumah.
Acara ini juga diinisasi oleh Rumah Komunitas, yang merupakan aliansi taktis berbagai komunitas dalam Urban Civic Movement di Kota Depok.
Emil Dardak, salah satu inisiator Rumah Komunitas yang dikenal sebagai pakar infrastruktur dan perkotaan mengatakan, Depok Smart City Digital Forum menjadi simbol perubahan paradigma kota Depok dalam kerangka Megapolitan Polycentric.
Kata Emil, dikutip dari
depoklik.com, perkembangan teknologi informasi memungkinkan sebuah venue yang sederhana namun penuh kreativitas seperti Code Margonda, menjadi tuan rumah dari dua lembaga terkemuka di bidang Smart City.
"Mudah-mudahan bisa jadi semangat bagi warga kota Depok untuk semakin aktif mewujudkan ekonomi kreatif dan
knowledge based economy sebagai tulang punggung perekonomian kota Depok," ucap Emil.
[ald]
BERITA TERKAIT: