Sudah menjadi rahasia umum Propinsi Lampung adalah surga bagi para pendatang yang berasal dari Jawa, Bali, Sunda, Banten, Batak, Padang, Palembang, Bugis, dan etnis Cina untuk menetap selamanya. Lampung pun terbuka bagi berbagai agama dan kepercayaan. "Lampung atau Sai Bumi Ruwa Jurai adalah sebuah tempat pertemuan yang nyaman antara penduduk asli dan pendatang," ujar Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu petang (3/11).
Pernyataan Andi Arief yang lahir dan besar di Lampung ini disampaikan untuk menenangkan konflik yang sempat terjadi di Lampung Selatan beberapa hari lalu. Sekitar 2.000 orang kini hidup dalam pengungsian akibat kerusuhan itu.
Sektor pertanian, perkebunan, transportasi, perdagangan, juga politik lokal, ibadah dan tempat peribadatan, jabatan di birokrasi, posisi di TNI dan Polri, sebut Andi Arief lagi, betul-betul menjadi wilayah milik semua suku dan etnis.
"Semua lebur dalam persaudaraan yang saling menyayangi dan menghormati," sambungnya.
Dia juga mengatakan, penduduk asli tidak pernah menuntut hak hidup yang eksklusif, pun tidak ada kebijakan affirmative action yang menguntungkan sekelompok penduduk. Bahkan, hampir tak ada peristiwa besar yang membuat trauma hidup di Lampung. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: