"Saya kira bukan menghantam. Tapi menunjukkan fakta-fakta. Selama 5 tahun ini, dengan Rp140 Triliun, sudah jadi apa? Proyek BKT itu kan punya Kementrian PU. Busway? Itu kan miliknya Pak Sutiyoso. Lah Rp 140 triliun itu kemana? Itu yang ingin kami sampaikan," kata calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra di Balai Kota Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta, Minggu (24/6).
Dengan kondisi seperti itu, maka harus ada penataan anggaran. Kalau tidak di tata, maka dikhawatirkan anggaran akan jebol lagi.
"Mengapa kami ingin sampaikan tentang tata kelola anggaran? Karena kita selama ini tidak jadi apa-apa. Coba tunjukkin sudah jadi apa? Coba satu saja. Jadi, memang menajemennya tidak betul. Jadi semua harus ditata, semuanya dimulai dari sana," sambungnya.
[arp]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: