Banyak warga yang tak mampu memiliki kartu gakin berobat di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dimintai uang oleh oknum petugas. Pelayanan yang diberikan juga tidak maksimal, petugasnya tidak ramah, jadi indikator kegagalan program berobat gratis.
“Antusias warga tak mampu, berobat gratis ke tim kesehatan Alex Noerdin- Nono Sampono (Noesa) membuktikan program berobat gratis melalui JPK Gakin yang sudah dilaksanakan Pemprov DKI tidak berhasil secara optimal. Nah ini bukti tak terbantahkan," ujar Alex Noerdin usai meninjau bakti sosial pengobatan gratis di Kampung Noesa RT 005/RW 05, Jalan Jati III Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjungpriok, Jakarta Utara, Kamis (14/6).
Menurut Alex, di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Provinsi Sumatera Selatan, bakti sosial seperti ini sudah tidak laku karena sehari-hari, masyarakat dilayani di puskesmas dan RSUD secara gratis sampai sembuh, tidak sembuh dirujuk sampai ke RS Ciptomangun Kusumo, Jakarta.
Ratusan warga disejumlah RT, kebanyakan ibu-ibu dan bapak- bapak lanjut usia (lansia) berobat gratis. Pmeriksaan dilakukan oleh dr Trisna dan dua paramedis. Mereka antre secara tertib, memanfaatkan kupon yang telah dibagikan oleh Ketua RW Mustakim Abdullah. Hadir dalam bakti sosial tersebut Ketua DPD II Partai Golkar Jakartab Utara, Olsu Babay Skom, Ketua DPD II Partai Golkar Jakarta Selatan Buchari Syamsi.
Alex Noerdin sempat menanyakan kepada sejumlah ibu-ibu dan bapak-bapak, tentang program pelayanan kesehatan Pemprov DKI melalui JPK Gakin dan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dibiayai ratusan miliar menggunakan dana APBD DKI.
“Kenapa mau berobat ke tim medis posko rumah kerja 3 Tahun Bisa? Bukankah sudah ada program JPK Gakin dan SKTM yang juga gratis?†kata Alex.
“Ngantrenya lama, pelayannya tidak ramah, masih juga dipungut biaya, padahal kata Gubernur Fauzi Bowo gratis. Berarti tidak gratis dong. Kalau mau berobat di rawat inap, banyak RSUD penuh, tidak ada kamar. Tetapi kalau mau member uang kepada petugas kok langsung ada kamar,†kata Achmad Durori (65).
Bila pada Pilkada DKI, 11 Juli mendatang, pasangan Alex-Nono terpilih menjadi gubernur dan wakil guberbnur DKI Jakarta, maka Alex bertekad menggratiskan biaya sekolah dan kesehatan gratis seratus persen.
“Tidak boleh ada pungutan di lapangan. Oknum petugas yang membandel, masih melakukan pungutan, pasti dikenai sanksi berat."
Sementara itu, terkait nama kampung Noesa 3 Tahun Bisa di RT 005, menurut Ketua Ikatan Keluarga Tanjungpriok (IKT) Achmad Rudy mengatakan, satu gang di jalan Jati III, secara suka rela mengecat pagar rumah, tembok rumah, gapura dengan warga kuning hijau muda.
“Pemberiaan nama baru Kampung Noesa 3 Tahun Bisa dilakukan oleh masyarakat sendiri. Tidak ada yang memaksakan. Semua suka rela mengubah nama kampung ini karena mereka tertarik dengan program realistis dari pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono.
Alex juga menanggapi pertanyaan tentang pengajuan cuti kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
“Ya. Saya sudah mengajukan cuti selama kampanye 24 Juni sampai 7 Juli ke Mendagri,†katanya.
[dzk]
BERITA TERKAIT: