Soal Infrastruktur, Masa Jakarta Keok Sama Jatim?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/muhammad-q-rusydan-1'>MUHAMMAD Q RUSYDAN</a>
LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN
  • Rabu, 06 Juni 2012, 20:56 WIB
Soal Infrastruktur, Masa Jakarta Keok Sama Jatim?
suramadu/ist
RMOL. Kenyamanan alat transportasi di Jakarta menjadi sorotan serius calon wakil gubernur DKI Jakarta, Didik J. Rachbini.

"Lima tahun belakang yang naik bis umum itu turun, sementara yang naik mobil-motor naik antara 40 sampai 65 persen," Didik dalam diskusi yang digelar di Kampus Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, Rabu (6/6).

Artinya, sambung politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, pemerintah gagal merayu publik untuk naik angkutan umum. Dengan kata lain, Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Fauzi Bowo gagal mengurus macet.

Dengan APBD Jakarta yang mencapai Rp 40 triliun, harusnya pemerintah sudah bisa menyelesaikan masalah kemacetan yang menjadi makanan sehari-hari warga Jakarta.

"Jatim yang APBD-nya hanya 1 triliun bisa bangun Jembatan Suramadu, masa untuk membangun jakarta cuma underpass dan fly-over saja? Monorail tidak jadi, MRT (Mass Rapid Transportation) juga telat," terang Didik.

Selain itu, Bus Way yang diproyeksikan menjadi alat transportasi masa depan juga tidak berkembang. Koridormnya tidak bertambah, malah pelayanan dan infrastrukturnya seperti pasokan gas berkurang. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA