"Lima tahun belakang yang naik bis umum itu turun, sementara yang naik mobil-motor naik antara 40 sampai 65 persen," Didik dalam diskusi yang digelar di Kampus Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta Selatan, Rabu (6/6).
Artinya, sambung politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, pemerintah gagal merayu publik untuk naik angkutan umum. Dengan kata lain, Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Fauzi Bowo gagal mengurus macet.
Dengan APBD Jakarta yang mencapai Rp 40 triliun, harusnya pemerintah sudah bisa menyelesaikan masalah kemacetan yang menjadi makanan sehari-hari warga Jakarta.
"Jatim yang APBD-nya hanya 1 triliun bisa bangun Jembatan Suramadu, masa untuk membangun jakarta cuma underpass dan fly-over saja? Monorail tidak jadi, MRT (Mass Rapid Transportation) juga telat," terang Didik.
Selain itu, Bus Way yang diproyeksikan menjadi alat transportasi masa depan juga tidak berkembang. Koridormnya tidak bertambah, malah pelayanan dan infrastrukturnya seperti pasokan gas berkurang.
[arp]
BERITA TERKAIT: