"Saya ingin melawan dominasi dan oligarki partai. Tidak boleh nasib negeri ini diserahkan kepada orang partai yang korup," ujarnya dalam diskusi di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Blok M, Jakarta, Rabu (6/6).
Ia berpendapat yang terpenting adalah memiliki pemimpin yang tidak terikat parpol.
"Kalau pemimpin dari parpol punya perjanjian sama partainya, Kalau saya perjanjiannya sama rakyat, DPRD tidak bisa ganggu saya," sambungnya.
Ia juga menilai jika yang terpenting adalah membangun peradaban yang beradab. Sangat norak jika bicara program penanganan banjir dan lain-lain kalau peradabannya merosot. "Karena membangun kota adalah membangun peradaban," demikian Faisal.
[arp]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: