Pernahkah Anda merasa sangat lemas, haus luar biasa, atau mengalami nyeri lambung saat baru menunjukkan pukul 10 pagi?
Jika ya, masalahnya mungkin bukan pada seberapa banyak porsi Anda, melainkan menu apa yang Anda konsumsi.
Memilih makanan yang tepat sangat krusial, dan mengetahui makanan yang dihindari saat sahur adalah kunci utama menjaga kenyamanan dan kesehatan tubuh.
Sebagai panduan klinis, mari kita bedah berbagai pantangan sahur yang kerap kali tidak disadari, beserta penjelasan medis di baliknya agar Anda bisa merencanakan menu sahur yang lebih bijak.
Makanan Pemicu Dehidrasi dan Rasa Haus EkstremSelama berpuasa, tubuh rentan mengalami dehidrasi karena ketiadaan asupan cairan di siang hari. Mengonsumsi makanan tertentu saat sahur justru dapat mempercepat hilangnya cairan dari dalam tubuh, membuat Anda merasa kehausan jauh sebelum waktu berbuka tiba.
Makanan Tinggi Garam (Natrium)Mengonsumsi makanan yang terlalu asin seperti mi instan bumbu pekat, ikan asin, atau makanan olahan kalengan adalah kesalahan umum saat sahur. Secara fisiologis, asupan natrium yang tinggi akan mengganggu keseimbangan osmotik sel tubuh.
Natrium bekerja dengan cara menarik air keluar dari sel, yang kemudian memicu respons otak untuk mengirimkan sinyal rasa haus yang ekstrem. Sebagai alternatif yang lebih bijak, batasi penggunaan garam tambahan dan hindari makanan ultra-proses.
Anda sangat disarankan untuk memilih protein segar yang dibumbui dengan rempah alami seperti bawang, ketumbar, atau kunyit yang kaya akan antioksidan.
Minuman Berkafein TinggiSecangkir kopi pagi mungkin adalah kebiasaan harian Anda, namun ini adalah pantangan sahur yang sebaiknya dihindari, yang juga berlaku untuk teh pekat dan minuman berenergi. Alasannya berakar pada sifat diuretik ringan yang dimiliki oleh kafein, yang berarti zat ini merangsang ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine.
Proses ini akan memaksa tubuh mengeluarkan cadangan cairan lebih cepat dari biasanya, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi secara signifikan di siang hari.
Air putih hangat tetap menjadi pilihan terbaik untuk memulai hari.
Namun, jika Anda menginginkan sesuatu yang berasa, air kelapa murni tanpa gula tambahan dapat menjadi opsi yang sangat baik karena kaya akan elektrolit untuk menghidrasi tubuh secara optimal.
Pantangan Sahur Pemicu Gangguan PencernaanSistem pencernaan beristirahat selama kita berpuasa. Membebaninya dengan makanan yang sulit dicerna atau bersifat iritatif saat sahur dapat memicu berbagai masalah lambung yang mengganggu aktivitas harian.
Makanan Pedas dan AsamSambal atau makanan berbumbu cabai tingkat tinggi memang menggugah selera di pagi buta, namun sangat berisiko bagi kesehatan organ pencernaan.
Kandungan capsaicin pada cabai dan sifat asam dari makanan tertentu dapat mengiritasi mukosa atau lapisan pelindung lambung.
Lebih jauh lagi, makanan pedas dapat memicu relaksasi Lower Esophageal Sphincter (LES) atau katup pembatas lambung, sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan (GERD) dan menyebabkan sensasi dada terbakar (
heartburn).
Untuk menghindari hal ini, gunakan bumbu yang ramah lambung. Jika ingin sensasi rasa hangat, gunakan sedikit lada putih atau jahe yang justru memiliki sifat gastroprotektif untuk menenangkan pencernaan.
Makanan Tinggi Lemak Trans dan GorenganGorengan bertepung atau lauk yang digoreng dalam minyak banyak (
deep-fried) sangat tidak disarankan untuk menu sahur.
Berdasarkan ilmu gizi, lemak membutuhkan waktu paling lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan, sebuah proses yang dikenal sebagai penundaan pengosongan lambung.
Proses pencernaan yang sangat berat ini memaksa tubuh memusatkan aliran darah ke saluran cerna, yang ironisnya justru akan membuat Anda merasa cepat lemas, mengantuk, dan lesu sepanjang hari.
Cara termudah untuk menyiasatinya adalah dengan mengubah metode memasak. Pilih lauk yang direbus, dikukus, ditumis dengan sedikit minyak zaitun, atau dipanggang.
Makanan yang Menyebabkan Lemas Lebih CepatTujuan utama sahur adalah menyimpan cadangan energi secara bertahap, bukan menghabiskannya secara instan dalam beberapa jam pertama.
Karbohidrat Sederhana dan Tinggi GulaMenu praktis seperti teh manis pekat, sirup, donat, atau roti putih kerap dipilih karena mudah disajikan, namun sayangnya ini adalah jebakan energi yang harus diwaspadai.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi atau yang sarat akan gula sederhana akan menyebabkan lonjakan glukosa (gula darah) yang sangat cepat di dalam tubuh.
Kondisi ini kemudian diikuti oleh pelepasan hormon insulin dalam jumlah besar untuk menetralkannya. Akibatnya, gula darah akan turun drastis secara tiba-tiba (sugar crash), meninggalkan Anda dalam kondisi lemas, gemetar, dan kembali merasa lapar hanya dalam beberapa jam setelah waktu imsak.
Fokuslah beralih pada karbohidrat kompleks yang kaya serat seperti nasi merah, oatmeal, atau ubi jalar. Makanan-makanan ini dicerna secara perlahan oleh tubuh, sehingga mampu melepaskan glukosa ke dalam aliran darah secara bertahap sebagai energi yang stabil sepanjang hari.
Tips Sahur Sehat untuk Energi OptimalSebagai kesimpulan, kunci dari tips sahur sehat selalu berpusat pada keseimbangan pemenuhan nutrisi.
Pastikan piring sahur Anda mengandung karbohidrat kompleks sebagai sumber energi jangka panjang, protein tanpa lemak seperti telur atau dada ayam untuk mempertahankan rasa kenyang, serta serat dari sayur dan buah yang tinggi air guna menjaga hidrasi tingkat seluler.
Hindari makan dengan porsi yang berlebihan saat sahur agar lambung tidak terbebani secara mendadak. Menjalankan ibadah puasa seharusnya mendatangkan manfaat kesehatan bagi tubuh dan pikiran.
Dengan secara sadar memilah makanan dan menyingkirkan makanan yang dihindari saat sahur dari meja makan Anda, Anda sejatinya sedang berinvestasi pada kenyamanan fisik yang akan mendukung kelancaran ibadah Anda seharian penuh.
BERITA TERKAIT: