Temukan 174 Kasus DBD, Dinkes Kota Bandung Belum Terima Laporan Kematian

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/agus-dwi-1'>AGUS DWI</a>
LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 02 Februari 2022, 12:45 WIB
Temukan 174 Kasus DBD, Dinkes Kota Bandung Belum Terima Laporan Kematian
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani
rmol news logo Pada minggu kedua bulan Januari 2022, Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat ada 174 angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Jumlah tersebut diperkirakan bakal mengalami peningkatan seiring bertambahnya laporan dari setiap fasilitas kesehatan hingga pekan ke-4 Januari 2022.

Dari data rekapitulasi kasus DBD 2021, total kasus DBD di bulan Januari berada di angka 177 kasus.

"Memang terjadi peningkatan, data kami baru di minggu kedua Januari 2022, sudah ada 174 kasus," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani, di Balai Kota Bandung, Rabu (2/2)

"Mudah-mudahan tidak ada peningkatan, tapi bisa jadi kalau ada delay report dari Puskesmas ini yang belum antisipasi," sambungnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Rosye menuturkan, sejauh ini belum ada laporan kematian akibat DBD yang diterima oleh Dinkes Kota Bandung.

"Kematian belum ada yang terlaporkan yang masuk ke Dinkes," terangnya.

Rosye menambahkan, pihaknya belum bisa memprediksi puncak kasus DBD di Kota Bandung. Pasalnya, dengan cuaca yang tidak menentu, pola peranakan nyamuk yang menjadi vektor semakin sulit diprediksi.

"Tahun 2020 puncak itu di bulan Maret, dengan 479 kasus. Pad 2021 puncaknya di bulan Desember ada 695 kasus. Perkiraan tahun ini tergantung cuaca, belum bisa diambil kesimpulan, basanya ada pola, disesuaikan dengan cuaca, saat ini kan cuaca berubah terus," tandasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA