Dari Lebih 140 Vaksin Yang Dikembangkan Di Dunia, Tujuh Di Antaranya Sudah Dapat EUA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 13 Desember 2020, 13:27 WIB
Dari Lebih 140 Vaksin Yang Dikembangkan Di Dunia, Tujuh Di Antaranya Sudah Dapat EUA
Juru bicara tim uji klinis vaksin Covid-19, dr. Rodman Tarigan/Repro
rmol news logo Saat ini banyak negara tengah berupaya memulai program vaksinasi untuk kelompok tertentu. Vaksinasi tersebut dilakukan dengan vaksin yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari regulator setiap negara.

Juru bicara tim uji klinis vaksin Covid-19, dr. Rodman Tarigan mengungkap, berdasarkan data terbaru per 5 Desember, terdapat lebih dari 140 vaksin virus corona yang tengah dikembangkan di seluruh dunia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 di antaranya sudah memasuki uji coba fase 1, sebanyak 17 memasuki uji coba fase 2, dan 13 lainnya masuk uji coba fase 3.

"Dan ini yang krusial, baru ada tujuh vaksin yang dipakai secara terbatas atau dikenal dengan emergency use authorization (EUA)," lanjut dr. Rodman dalam webinar IKA SMPN 1 Cimahi dan Greenone Medical Corps pada Minggu (13/12).

"Dalam hal ini yang punya wewenang (memberikan EUA) adalah BPOM. BPOM ini sangat independen," imbuh dia.

Dari seluruh vaksin yang tengah dikembangkan, dr. Rodman mengatakan, sampai saat ini belum ada satu vaksin Covid-19 yang mendapatkan persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meski begitu, WHO memberikan wewenang kepada setiap negara untuk menggunakan hak pemakaian terbatas pada vaksin yang telah mendapat EUA dari regulator.

"Tentu harus berdasarkan data-data ilmiah, tidak sembarang memberikan EUA," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA