Koordinator RSD Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan, pelibatan sektor usaha hotel dalam menangani pandemi Covid-19 adalah bentuk sinergitas.
"Kalau melihat pengaruhnya, dari yang tadinya isolasi mandiri langsung masuk flat isolasi mandiri di Kemayoran, di Wisma Atlet, mungkin sekarang sudah sebagian ke hotel. Ini sebagai suatu pengurangan jumlah yang sangat mungkin," ujar Tugas dalam diskusi virtual yang disiarkan akun Youtube BNPB, Senin (5/10).
Pertambahan jumlah pasien Covid-19 yang masih fluktuatif di wilayah DKI Jakarta juga bisa diantispasi dengan penggunaan hotel sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19.
Karena itu pula, Tugas melihat ke depannya potensi penumpukan pasien di RSD Wisma Atlet bisa teratasi dengan penggunaan hotel. Sebab bukan tidak mungkin beban tenaga kesehatan di Wismaa Atlet akan bertambah berat jika pasien menumpuk.
"Yang paling penting ini (penggunaan hotel) akan memberikan pemerataan dalam konteks katakanlah di Wisma Atlet kalau 90 persen bahkan mungkin 95 persen (terisi). Ini akan memeberikan suatu beban kepada tenaga kesehatan, dokter dan perawat," ungkapnya.
"Dengan jumlah (pasien) yang menurun akan menjadikan beban turun. Inilah gambaran perlindungan juga terhadap tenaga kesehatan. Ini suatu sinergi, upaya pemerintah bersatu padu, baik itu TNI, Polri memberikan pelayanan secara sinergi," demikian Tugas Ratmono.
BERITA TERKAIT: