"Respons dan penanganan tanggap telah dilakukan, sehingga
alhamdulillah 5 di antaranya sudah sembuh dalam rentang waktu Mei-Juni 2020," ucap Plt Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Senin (13/7).
Ali mengatakan, pihaknya sudah melakukan
tracing terhadap siapa saja yang pernah kontak langsung dengan ketujuh pegawai KPK tersebut untuk meminimalisir potensi penularan.
"Saat ini masih ada 1 orang dalam proses perawatan di rumah sakit dan berada dalam kondisi baik. Pegawai tersebut sedang menunggu hasil tes lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku untuk dinyatakan sehat," jelas Ali.
Sedangkan satu orang pegawai lainnya sedang menjalani proses isolasi mandiri dan dalam pemantauan pihak rumah sakit maupun puskesmas domisili pegawai tersebut.
"Kami berharap dan mendoakan keduanya segera sembuh dan sehat kembali, sehingga dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, KPK terus meningkat upaya-upaya mitigasi risiko. Di antaranya melakukan pengaturan ulang terkait kapasitas lift
"Untuk sementara waktu, tangga darurat dapat dipergunakan untuk mengurangi kepadatan antrean lift. Membuat saluran komunikasi siaga (hotline) yang dikelola Poliklinik KPK untuk layanan informasi darurat terkait perkembangan situasi pencegahan Covid-19 di lingkungan KPK," terang Ali.
Kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di seluruh ruangan Gedung Merah Putih dan Gedung ACLC, serta menyelenggarakan kembali
rapid test dalam waktu dekat.
Tak hanya itu protokol kesehatan pun terus dilakukan dengan menjaga jarak aman sekitar 1,5-2 meter antar pegawai. Pengaturan jarak tempat duduk di area kerja, ruang rapat, kantin, serta penggunaan masker.
"Apabila mengalami gejala demam atau batuk atau pilek atau sakit tenggorokan atau atau semua gejala tersebut harap memeriksakan diri ke faskes terdekat," pungkas Ali.
BERITA TERKAIT: