Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Bogor-Depok-Bekasi Diperpanjang PSBB Meski Penyebaran Covid-19 Menurun

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Selasa, 28 April 2020, 02:21 WIB
Bogor-Depok-Bekasi Diperpanjang PSBB Meski Penyebaran Covid-19 Menurun
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Ist
rmol news logo Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi (Bodebek) akan diperpanjang selama 14 hari.

“PSBB Bodebek akan diperpanjang 14 hari ke depan mulai hari Rabu besok, sudah diputuskan,” ucap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/4).

Sejak PSBB diterapkan pada 15 April lalu, tren persebaran penularan Covid-19 di Kota dan Kabupaten Bogor serta Kota Depok menurun. Namun, masih terdapat kenaikan kasus di Kota dan Kabupaten Bekasi sehingga menjadi salah satu alasan perlunya perpanjangan masa PSBB.

“Jadi berita kabar ini highlight-nya, PSBB Bodebek berhasil khususnya di tiga wilayah,” ungkapnya dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Secara umum, kata Emil, terjadi penurunan kasus Covid-19 hingga 38,5 persen di PSBB Jabodetabek.

“Artinya PSBB dianggap baik dan berhasil menekan persebaran Covid-19,” ujarnya.

Selain PSBB Bodebek, lanjut Emil, pihaknya juga akan mengevaluasi PSBB Bandung Raya yang hingga Senin (27/4) baru menjejak hari keenam. Emil mengatakan, status perpanjangan PSBB Bandung Raya akan diputuskan minggu depan.

“Hal yang sama akan kami evaluasi pada minggu depan untuk PSBB Bandung Raya,” tuturnya.

Emil yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar melaporkan perkembangan kasus di Jabar. Hingga Rabu (24/7) pukul 16:43 WIB, terdapat 912 kasus positif Covid-19, 93 orang sembuh, dan 77 orang meninggal dunia.

Sementara terdapat total 39.043 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan 8.935 orang masih dalam proses pemantauan serta total 4.373 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 2.049 orang masih dalam pengawasan.

“Lalu terkait penanganan kesehatan secara umum, sudah hampir 100 ribu tes masif yang kami lakukan dengan metode RDT (Rapid Diagnostic Test) hasilnya 2.000-an positif, akan kita tindak lanjuti dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction),” tandasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA