Dokter berinisial W ini mengaku kaget saat awal masuk ke lokasi
rapid test yang dilakukan di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Ia kecewa lantaran Pemkot Bekasi awalnya menyebut akan dilakukan secara
drive thru. Namun faktanya, sebanyak 365 tenaga medis dikumpulkan jadi satu di dalam stadion.
"Jujur saya benar-benar kecewa banget, Pak Ridwan Kamil, ini bagaimana Pak? Kok mengumpulkan massa, bukannya anjuran pemerintah itu tidak boleh mengumpulkan massa?" ucap Dokter W kepada wartawan usai mengikuti
rapid test di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3).
Pengumpulan massa tersebut pun berpotensi penyebaran virus corona.
"Kami semua, tenaga medis berisiko menularkan. Satu saja yang positif, otomatis semua di stadion hari ini yang datang kemungkinan bisa positif corona. Kalau begini kita namanya membantu menyebarluaskan," sambungnya.
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen sebelumnya menyebut 365 tenaga medis sengaja dikumpulkan dan dites Covid-19 sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan
rapid test kepada masyarakat.
"Sekalian kita melakukan simulasi latihan hari ini pagi ini sebelum siang nanti mereka ditugaskan ke tempat-tempat di mana ya tentunya objeknya adalah terduga ODP, PDP dan
tracking yang dari 15 yang dianggap di 8 kecamatan positif itu ada sekitar 770 orang," ucap Rahmat Effendi.
BERITA TERKAIT: