Pria berusia 89 tahun kelahiran Batu, Malang ini trauma ketika dalam setahun enam anggota keluarganya meninggal karena tidak ada rumah sakit.
“Di Magelang ini saya bernostalgia seperti di Batu. Makanya dengan rumah sakit ini saya ingin menolong banyak orang," ujar Mochtar saat topping off RSU Syubbanul Wathan di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (20/3) .
Putranya James Riady mengerti betul harapan ayahnya, akhirnya ia memulai untuk merintis rumah sakit. Mochtar menceritakan di awal berdirinya RS Siloam, 15 tahun pertama itu selalu rugi.
Baginya tak masalah yang terpenting standar keselamatan dan kenyamanan layanan pasien terpenuhi.
"Untuk standar keselamatan kita mengacu dengan rumah sakit yang diterapkan Amerika dan kenyamanan kita mengacu ke Singapura," ucapnya.
Dengan bangga ia juga menyebut bahwa Siloam lah yang pertama kali menerima BPJS.
"Kami fasilitas Bintang Lima tarif BPJS," pungkasnya.
[wid]