Begitu kata pimpinan NICU SHKJ, Naomi Esthernita F Dewanto dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (16/3).
Dia menjelaskan bahwa fasilitas NICU merupakan unit perawatan intensif untuk bayi baru lahir yang memerlukan perawatan khusus misalnya bayi prematur, berat badan dibawah ukuran normal, dan gangguan pada fungsi anatomi tubuh.
“Termasuk penanganan pada bayi yang menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan dalam beberapa hari pertama kehidupan," ujarnya.
Menurutnya, kasus-kasus yang sudah ditangani fasilitas NICU SHKJ antara lain bayi prematur dimana bayi dengan kelahiran tidak sempurna seperti paru-paru yang belum terbentuk dengan baik, lubang pada jantung.
"Namun, ada juga bayi yang lahir dengan cukup bulan tetapi mengalami gangguan bawaan, misalnya lahir dengan kesulitan bernafas (
respiratory distress), anatomi tubuh yang tidak lengkap seperti usus belum terbentuk, tidak memiliki anus," ungkapnya.
Dr Naomi menambahkan, belum lama ini tim NICU sHKJ mendapat rujukan bayi dengan kelainan saluran makanan dimana bagian esophagus bayi tidak menyambung dengan lambung (
trachea esophagus).
"Menurut literatur kedokteran, tingkat keberhasilan penanganan kasus ini sangat kecil. Akan tetapi, berkat tim yang solid dan penanganan komprehensif, kasus tersebut berhasil ditangani dengan baik," tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: