Belasan rumah sakit juga apotik di Jakarta dan Bekasi terbukti menggunakan vaksin palsu, belum lagi puluhan fasilitas kesehatan di daerah yang juga ikut menerima vaksin palsu dari distributor tidak resmi.
Koordinator Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) Agung Sedayu mengatakan, pemerintah harus bergerak cepat mencari dan memusnahkan sisa vaksin palsu yang masih beredar. Serta memberikan garansi kepada masyarakat bahwa tidak ada lagi vaksin palsu yang beredar.
"Penemuan masifnya peredaran vaksin palsu adalah pertanda pemalsuan obat di negeri ini dalam kondisi gawat," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/7).
Menurutnya, pemerintah harus memperbaiki sistem pengawasan produk obat-obatan serta memperkuat stake holder yang diberi wewenang pengawasan. Selain regulasi, aksi melawan pemalsuan produk obat juga harus dilakukan dengan membangun sistem dan teknologi traking product, perlindungan obat dan vaksin secara nasional, serta kerjasama seluruh stake holder sekaligus mendidik publik.
"Tanpa perbaikan menyeluruh di sistem pengawasan dan keterlibatan semua pihak mustahil pemalsuan vaksin dan obat bisa dihilangkan," tegas Agung.
[wah]