Kram kaki terjadi karena peÂredaran darah di pemÂbuluh vena terhambat dan terakumulasi di betis. Sehingga, peÂredaran yang seharusnya kemÂbaÂli ke jantung menjadi tersumbat.
“Biasanya, orang yang terlalu lama berdiri atau duduk mengÂalami kram atau nyeri pada kaki. Penyebabnya, peredaran darah berkumpul dalam betis. SehaÂrusnya darah itu dikembalikan ke jantung. Di sini awal masaÂlahÂnya,†tutur Dr R Suhartono, MD Ketua PerÂhimpunan Spesialis Bedah Vaskuler dan EndoÂvasÂkuÂler Indonesia saat ditemui dalam acara bertema Edukasi MaÂsyaÂraÂkat Mengenai Bahaya Gangguan Vena di The 3 House, Kuningan Village, Jakarta, Sabtu, (27/4).
Jika terus dibiarkan, lanjut Suhartono, kondisi ini akan menyebabkan pembengkakan pada kaki. Jika kondisi ini terus berulang akan menyebabkan varises yang umumnya timbul di belakang betis.
“Gangguan darah yang terÂakumulasi dalam betis itu bila tidak disadari akan berdampak pada rasa sakit atau nyeri di kaki, dan kram pada malam hari.
Parahnya, pembengkakan pada kaki dan berlanjut pada varises,†jelasnya.
Menurut Suhartono, dari hasil peneÂlitian terungkapo 64,5 perÂsen seseorang yang terkena vaÂrises kerjanya terlalu lama berÂdiri. Sementara 29, 2 persen terjadi pada seorang yang terlalu lama duduk.
Hal itu dikarenakan darah ikut berhenti bila seorang tidak berÂgerak. Dia menambahkan, seÂbanyak 6,3 persen dialami deÂngan orang yang berjalan. Dari kecilnya persentase itu sudah menunjukkan bahwa berjalan merupakan cara mengurangi risiko itu.
“Setidaknya berjalan ataupun bergerak merupakan cara ampuh menghindari risiko varises. Bila sudah merasakan kram, segeralah gerakan kaki-kaki untuk lebih membantu jalannya darah di pembuluh vena menjadi lancar,†terangnya.
Prof Hendro Sudjono Yuwono, Dokter Spesialis Bedah Vena dari Departemen Bedah RS Hasan Sadikin menambahkan, sebagian besar penyebab varises karena faktor keturunan atau faktor genetik.
Faktor keturunan itu terlihat pada dinÂding pembuluh darah dan katup yang tidak sempurna. Faktor genetik ini agak sulit disemÂbuhkan. Hormon yang ada pada wanita juga dapat meÂnyeÂbabkan varises. Karena itu, sebaÂgian besar varises diaÂlaÂmi waÂnita. Pada wanita hamil, risiko ini semakin bertambah karena adaÂnya penambahan horÂmon pada masa tersebut.
Tidak hanya faktor gen, keÂbiasaan, gaya hidup dan aktivitas sehari-hari dapat menyebabkan timbulnya varises. Berat badan yang berlebih, berdiri terlalu lama, jarang berolahraga dan merokok dapat memicu terÂjaÂdinya varises.
Kelebihan Berat Badan Perlu Diantisipasi Sejak DiniHasil penelitian badan keÂseÂhatan dunia WHO menunjukkan, bahwa 25 persen sampai 50 persen varises terjadi pada waÂnita. Sedangkan 15 persen sampai dengan 30 persen terjadi pada pria dewasa.
Kondisi itu bisa terjadi karena proses mengandung yang dialami setiap wanita, dan malas berakÂtiÂvitas, seperti olahraga ataupun pekerjaan yang membutuhkan gerakan yang dinamis.
“Varises terjadi karena ada penyumbatan darah di daerah betis kaki dan itu selalu terjadi pada wanita hamil. Hal ini terjadi karena adanya pembuluh darah vena terhalang dan terhimpit oleh rahim dalam perut yang memÂbesar,†kata Ketua Perhimpunan Spesialis Bedah Vaskuler dan Endovaskuler Indonesia Dr. R. Suhartono, MD.
Selain itu, lanjut Suhartono, varises juga dipengaruhi tekanan gravitasi dan fenomena kebaÂnyaÂkan wanita yang malas berÂolaÂhÂraga, serta bergerak. Kondisi ini akan memperparah penyumbatan pembuluh darah vena.
“Inilah penyebab wanita baÂnyak terkena varises, sehingga muncul senam pada ibu hamil,†paparnya.
Varises kata dia, dapat ditimÂbulkan pula dari pola aktivitas sehari-hari seperti kebiasaan berdiri dan duduk lama. Sekitar 60 persen orang dengan varises mempunyai riwayat keluarga dan proses peÂnuaan menyeÂbabÂkan vena meÂlemah dan tidak berÂfungsi baik.
Kemudian pada kehamilan, pertumbuhan janin berpengaruh meningkatkan tekanan vena tungkai, tetapi varises mengalami perbaikan 3-12 bulan setelah melahirkan.
“Kelebihan berat badan dan obesitas dapat menambah teÂkanan pada vena dan mengÂakiÂbatkan varises. Berdiri atau duduk terlalu lama, terutama dengan tungkai bersilang, menyebabkan vena bekerja lebih keras untuk meÂmompa darah ke atas,†tambah Dokter Spesialis Bedah Vena, Hendro Sudjono Yuwono.
Hendro mengatakan, ketika terÂkena varises, dokter tidak meÂngaÂnÂjurkan tindakan bedah. KaÂrena, langkah ini lebih banyak keÂrugiannya. Cara terbaik untuk menÂcegah varises adalah dengan mengÂhindari berÂdiri dan duduk lama.
“Jika mungkin, ambil istiÂrahat yang sering selama berdiri lama. Selain itu, hindari meÂnekuk kaki ketika duduk dan isÂtirahat atau tidur dengan kaki di atas level jantung. Latihan menggerakkan tungkai dan memperbaiki tonus otot memÂbantu sirkulasi darah di dalam vena. Mengurangi berat badan juga dapat membantu sirkuÂlasi darah vena,†tutupnya. [Harian Rakyat Merdeka]