Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Kurang Kalsium Bisa Picu Serangan Jantung Lho...

Biasakan Minum Susu Setiap Hari

Jumat, 28 September 2012, 08:15 WIB
Kurang Kalsium Bisa Picu Serangan Jantung Lho...
ilustrasi, Serangan Jantung
rmol news logo .Konsumsi susu bukan hanya sekadar membantu penguatan tulang dan gigi. Kalsium pada susu juga baik untuk otot dan jantung, karena kekurangan kalsium bisa memicu serangan jantung mendadak.

Salah satu kandungan yang ada di dalam susu, adalah kal­sium. Kalsium memiliki fungsi penting bagi organ jantung, yaitu mem­bantu mengatur kece­patan kon­traksi sel alat pacu jan­tung, mem­beri sinyal bagi otot untuk ber­kon­­traksi serta memberitahu jan­tung seberapa kuat berkon­traksi.

Menurut ahli nutrisi dari Okla­homa State University, Amerika Serikat Emilia E Achmadi, fung­si utama kalsium itu selain untuk tulang, juga untuk menguatkan otot jantung. Karena itu, sera­ngan jantung mendadak bisa terkena kalau asupan kalsium­nya tidak maksimal.

“Kalsiumlah yang membuat jantung berdetak secara normal, sehingga mampu me­mompa da­rah dari jantung ke seluruh tu­buh dengan lancar,” ujar Emilia da­lam acara bertajuk ‘Rayakan World School Milk Day untuk Perbaikan Gizi Anak’ di SDN 01 Menteng, Jakarta, Kamis (27/9).

Emilia menuturkan, terjadinya serangan jantung secara men­da­dak saat ini, salah satu pe­nye­babnya adalah kurangnya kal­sium dalam tubuh, sehingga mem­bawa dampak bagi ke­se­ha­tan jantung.

“Ada seseorang secara fisik­nya sehat, rajin olahraga, tiba-tiba ter­kena serangan jan­tung menda­dak. Itu bisa dise­bab­kan kekura­ngan kalsium dalam tu­buh,” ungkapnya.

Untuk memenuhi asupan kal­sium, protein dan sumber vitamin yang baik, Emilia menyarankan konsumsi susu setiap hari, mi­nimal satu gelas (250 cc) per hari. Atau agar hasil lebih optimal, minumlah susu sebanyak tiga gelas per hari.

Anjuran itu, kata Emilia, me­ng­acu pada angka yang digu­na­kan oleh Amerika Serikat serta Badan Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture/FAO), yaitu tiga gelas sehari sa­ma dengan 200 mililiter susu (whole, rendah lemak, maupun skim), 30 gram hard cheese (se­ukuran kotak korek api seperti keju cheddar, feta, mozzarella), dan satu kemasan (150 gram) plain yoghurt.

“Di dalam susu ada nutrisi ter­baik, terutama susu segar yang diolah secara pasteurisasi dan ultra high temperature (UHT) yang mengandung semua gizi terbaik, seperti protein, kalsium, dan vitamin B2,” ucapnya.

Emilia menga­takan, konsumsi susu bukan hanya untuk peme­nuhan kalsium pada anak-anak saja. Sebab, saat dewasa hingga usia lanjut pun, perlu konsumsi susu secara mak­simal. Sebab,  man­faat susu bagi orang dewasa sama seperti masa pertumbuhan.

Perlu diingat, walaupun tu­lang tidak lagi tumbuh, ada pro­ses daur ulang kalsium pada orang de­wasa. Apabila tidak di­perbarui dengan asupan susu se­tiap hari, bisa terjadi penge­ro­posan tulang.

“Kondisi itu dipercepat de­ngan gaya hidup yang tidak se­hat, seperti merokok, stres, ke­biasaan mengurangi makanan sehat, mengkonsumsi alkohol, dan tidak berolahraga secara ru­tin,” katanya.

Head of Marketing and Sales PT Greenfields Indonesia Jan Gert Vistisen mengatakan, pem­berian edukasi kepada ma­sya­rakat tentang manfaat kalsium pada susu sangat penting dila­kukan sejak dini.

“Penting sekali keluarga In­donesia memahami pemilihan susu terbaik, terutama untuk anak-anak. Bahkan pada usia de­wasa pun setiap orang masih membutuhkan susu dan men­dapatkan banyak manfaat posi­tif dari susu agar tubuh tetap sehat,” ujar Vistisen. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA