Hal itu terungkap saat terdakwa Gus Alex mengajukan pertanyaan kepada saksi Saiful Bahri alias Bajak Laut yang merupakan anak buahnya, dalam persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026.
Dalam pemeriksaan tersebut, Gus Alex mengonfirmasi kepada Saiful mengenai uang 400 ribu Dolar AS yang diminta untuk diserahkan kepada Erik.
Gus Alex menanyakan apakah Saiful mengetahui bahwa uang tersebut diserahkan untuk memenuhi permintaan Zainal Abidin, yang disebut merupakan teman Nusron Wahid.
"Waktu itu saya tidak tahu, Pak. Tetapi setelah beberapa hari saya nanya ke Bapak, itu sebenarnya siapa, baru Bapak kasih tahu," kata Saiful dalam persidangan, Selasa malam, 1 September 2026.
Gus Alex kemudian memastikan bahwa setelah mendapat penjelasan tersebut, Saiful memahami uang 400 ribu Dolar AS itu merupakan permintaan Zainal Abidin. Dan Gus Alex meminta Saiful menyerahkannya melalui Erik.
"Baru setelah itu saya kasih tahu bahwa saudara Zainal Abidin itu meminta, kemudian waktu itu saya minta serahkan ke dia, dia itu temannya Pak Nusron Wahid, gitu, betul?" tanya Gus Alex.
"Iya," jawab Saiful.
"Artinya saudara memahami bahwa mengerti ya, mengerti bahwa itu atas permintaan saudara Zainal Abidin dan saya minta saudara untuk menyerahkan melalui saudara Erik?" lanjut Alex.
"Siap, setelah dikasih tahu," jawab Saiful.
Dalam persidangan, Saiful juga menerangkan dirinya tidak mengetahui jumlah uang yang dititipkan Ridwan kepadanya. Ia mengaku tidak pernah menghitung uang tersebut.
Uang yang dititipkan Ridwan kemudian dikembalikan dalam kondisi sebagaimana saat diterima. Saiful mengatakan informasi mengenai klaim kekurangan sebesar 75.000 Dolar AS disampaikan kepadanya oleh Gus Alex.
Sementara itu, Gus Alex memastikan bahwa uang yang dititipkan Ridwan maupun uang yang disebut berasal dari terdakwa Asrul Azis Taba sebesar 406 ribu Dolar AS tidak pernah diserahkan kepadanya dan tidak pernah berada dalam penguasaannya.
"Tidak, tidak. Karena waktu itu begitu saya kami sampaikan ke Bapak, Bapak jawabannya adalah, 'Silakan hubungi kalau bisa dikembalikan'," terang Saiful.
Gus Alex juga mengungkap bahwa dirinya pernah bertemu Muhammad Al-Fatih yang disebut diutus Asrul pada Mei. Pertemuan itu berlangsung sebelum pelaksanaan ibadah haji dan sebelum adanya panitia khusus (Pansus).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Alex mengaku telah menyampaikan bahwa seorang temannya akan datang untuk mengantarkan sesuatu. Saiful mengaku tidak mengetahui pertemuan tersebut.
BERITA TERKAIT: