Magda ingin membesuk putranya yang dijadikan tersangka dan ditahan polisi dalam kasus dugaan penghasutan demo berujung ricuh.
"Anak saya bukan maling, bukan koruptor. Dia cuma belain rakyat. Dia cuma mau ada perbaikan di negara ini," tegas Magda sambil menangis.
Bivitri pun coba menenangkan suasana dengan mendengar keluhan Magda, serta hanya bisa mengelus punggung Magda.
"Sabar, Bu sabar, pasti kita bantu," jelas Bivitri.
Berangkat dari kasus ini, Bivitri pun menilai, penahanan aktivis kerap jadi pola yang diulang oleh pemerintah.
Untuk itu, Bivitri meminta pemerintah memberikan solusi atas kritik yang dilakukan para aktivis.
"Ini memang playbooknya pemerintahan atau penyelenggara negara yang tidak mampu untuk memberikan solusi-solusi konkret untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi warganya," pungkasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: