Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan enam tindakan tersebut, seperti menguji Novel membaca huruf dan angka di tembok, analisa langsung terhadap kedua mata menggunakan alat periksa mata manual.
Kemudian melakukan tindakan medis seperti memberikan cairan kimia terhadap kedua mata Novel. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi mata dengan indikator warna, memberikan Eye Drop hingga pengecekan tekanan pada mata, dan melakukan pemasangan dan pengecekan kembali lensa yang melindungi mata kanan apakah ada infeksi.
Febri menjelaskan, sejauh ini penglihatan mata kiri Novel masih seperti sebelumnya. Tim dokter juga masih meneliti pertumbuhan conjungtiva mata kiri yang tidak berubah dari sebelumnya.
"Sedangkan mata kanan progressnya sangat bagus, demikian juga untuk pertumbuhan kornea. Lensa di mata kanan sempat lepas namun setelah dicek tidak ada infeksi," ungkap Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (8/5).
Febri menambahkan, pihak keluarga dan KPK sangat berharap agar Novel dapat kembali bekerja dalam pemberantasan korupsi. Disamping itu, KPK juga masih menunggu kelanjutan dari proses penyelidikan kasus penyerangan Novel yang ditangani oleh Kepolisian.
"Kami dan keluarga berharap agar pelaku penyerangan hingga mastermind nya diproses hukum," pungkasnya.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku pihaknya masih melakukan penelusuran pihak yang menyerang Novel. Saat ini, tim penyelidikan sedang ditugaskan ke Singapura untuk meminta keterangan lebih jauh dengan Novel.
"Ini saya dengar dari Pak Kapolda (M Iriawan) sudah mengirim tim berangkat ke Singapura bertemu yang bersangkutan untuk menggali lagi. Mungkin dia ingat wajahnya (pelaku) seperti apa, kendaraannya seperti apa, dan seterusnya. Jadi Waktu itu sudah pernah ada beberapa informasi, kita kan selalu bergerak dari TKP. Dan yang kedua, itu adalah metode induktif, bergerak dari TKP, berusaha mengembangkan ke luar," ucap Kapolri di Jakarta, Sabtu (6/5) lalu.
[sam]
BERITA TERKAIT: