Pengangguran Lempari Gereja Santo Yusuf Pakai Petasan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 14 April 2017, 09:57 WIB
Pengangguran Lempari Gereja Santo Yusuf Pakai Petasan
Ilustrasi/Net
rmol news logo Tanpa alasan jelas, Muhammad Fahrudin (37), nekat melempari Gereja Santo Yusuf, Jalan Sugiyopranoto, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (13/4). Akibatnya, pria tunakarya domisili Bergas, Semarang itu, harus berurusan dengan petugas kepolisian setempat.

"Benar, pelaku sudah diamankan. Statusnya tidak bekerja," kata Karo Penmas Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/4).

Insiden tersebut terjadi di sekitar pintu masuk gereja, Kamis siang. Saat itu, seorang saksi, Eko Setiyo Budi (47), melihat pelaku tengah berada di lingkungan gereja.

Saksi sempat menegur pelaku, karena gerak-geriknya mencurigakan. Namun, tak berselang lama terdengar bunyi ledakan yang mirip petasan yang dilakukan pelaku. Akibatnya, pelaku pun langsung diringkus oleh sejumlah aparat keamanan yang ada di sana.

"Pelaku masih diamankan di Mapolsek Ambarawa oleh petugas Polri untuk dilakukan pemeriksaan," terang Rikwanto.

Hasil olah TKP, polisi mengamankan lima buah botol kratingdaeng dengan kondisi dua diantaranya sudah pecah.

Selain itu, dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan 16 buah petasan jenis kembang api, sepasang sandal kulit warna hitam, sebuah topi rimba, sebuah serbet makan, satu buah handuk kecil sebuah korek api warna hijau, dan tujuh pohon ketela yang terbakar disita polisi dari lokasi kejadian.[wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA