Palu Hakim

Damayanti Ultah, Amran Belikan Toyota Vellfire

Suap Program Aspirasi DPR

Selasa, 17 Januari 2017, 09:34 WIB
Damayanti Ultah, Amran Belikan Toyota Vellfire
Damayanti Wisnu Putranti/Net
rmol news logo Damayanti Wisnu Putranti menyebutkan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku-Maluku Utara, Amran HI Mustary yang menentukan pemberian fee 6 persen bagi ang­gota Komisi V DPR.

Fee diberikan jika anggota komisi infrastruktur mau me­nempatkan program aspiras­inya di Maluku-Maluku Utara. Uangnya berasal dari calon kontraktor yang akan meng­garap program aspirasi.

Dalam persidangan Amran di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin, majelis hakim sem­pat menanyakan soal fee itu kepada Damayanti. "Fee 6 persen itu siapa yang ajukan?" tanya hakim

"Pak Amran, Yang Mulia," jawab Damayanti yang men­jadi perkara Amran.

Damayanti menuturkan fee dicairkan setelah dia mengusul­kan program aspirasi pembangu­nan jalan. Fee dibayarkan calon kontraktor, Abdul Khoir.

Damayanti mengaku di­rinya bersama Amran beberapa kali menggelar pertemuan membahas program aspirasi yang ditempatkan di BPJN IX. "Membicarakan fee. Yang me­nentukan fee 6 persen itu Pak Amran," tandasnya lagi.

Amran membantah ke­saksian Damayanti. "Saya nggak pernah (menentukan fee). Waktu itu, Ibu bilang, 'Saya dapat berapa?'. Coba Ibu ingat-ingat dulu," kata Amran menanggapi kesaksian Damayanti.

Bahkan, Amran balik me­nyebut Damayanti sebagai orang yang mengenalkan ang­gota Komisi V DPR dengan dirnya. "Yang mengenalkan mereka ke saya itu kan Ibu sendiri," cetusnya.

Damayanti bersikukuh Amran-lah pihak yang me­nentukan besaran fee. "Saya tetap pada kesaksian saya," kata Damayanti sebelum dipersilakan meninggalkan ruang sidang.

Persidangan kemarin juga menghadirkan Ferri Angrianto, tenaga ahli Damayanti ketika masih jadi anggota Komisi V DPR. Ferri memberikan kesaksian Amran pernah mem­belikan mobil Toyota Vellfire untuk Damayanti.

Ferri yang menjadi tenaga ahli Damayanti sejak 2014 me­nyebutkan Amran membelikan mobil sebagai hadiah ulang tahun Damayanti.

Ferri yang menerima uang Rp 500 juta dari Amran un­tuk pembelian mobil Vellfire. "(Saya lalu) ke showroom di Radio Dalam untuk beli mobil. DP (Uang muka) Rp 40 juta. Beli mobil Alphard Vellfire," kata Ferri

Harga mobil itu sekitar Rp 1 miliar. Kekurangan pembelian mobil dibayarkan Damayanti.

Lagi-lagi, Amran menyangkal kesaksian ini. Ia balik menud­ing Ferri yang mengusulkan agar membelikan Damayanti mobil. "Dan uang saya beri­kan campur rupiah dan dolar Amerika. Tidak rupiah semua," kata Amran. ***


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA