Anas tiba di gedung KPK beberapa menit sebelum pukul 15.00 WIB. Turun dari mobil tahanan, Eks Ketum Demokrat itu melambaikan tangan.
Anas yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka bekas pejabat pembuat komitmen proyek e-KTP Sugiharto itu, mengenakan kemeja putih lengan pendek bergaris biru yang menjadi ciri khasnya.
Yang berbeda, kali ini dia mengenakan masker hijau merk "Sensi" dan topi coklat bertuliskan "California". Hanya matanya yang dibingkai kacamata yang tampak. Tas hitam diselempangkan di bahu kirinya.
Anas tampak lebih gemuk. Meski ekspresi wajahnya tak terlihat, namun Anas tampak sehat. Badannya gemukan. Diminta wartawan membuka masker dan topinya, Anas menolak. "Entar ya, entar," ujarnya sambil memberi isyarat dengan tangannya. Dia pun masuk ke dalam lobi gedung KPK.
Anas diperiksa selama 5 jam. Pukul 8 malam, dia keluar. Masker dan topi, masih dikenakannya. Dia sejenak berhenti di tangga, menjelaskan sedikit soal pemeriksaannya. "Hal-hal yang dikonfirmasi hal-hal yang saya tidak tahu yang saya jelaskan bahwa saya tidak tahu," ujar Anas dengan tuturan khasnya.
Ditanya soal tudingan Nazaruddin yang menyebut Anas disebut ikut membahas proyek e-KTP dan mendapat keuntungan, pendiri Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) ini kembali menjawab diplomatis. "Kalau itu kan jelas tidak benar toh. Kalau keterangan dia sejauh menyangkut saya jelas sangat tidak kredibel," jawabnya.
Wartawan yang usil bertanya kenapa Anas memakai masker. Sebelum menjawabnya, Anas berkelakar dulu.
"Kenapa? Sampeyan inget siapa? Inget siapa?" tanyanya. Sepertinya, Anas hendak menyindir eks Ketua KPK Abraham Samad.
Untuk diingat, Samad, disebut Sekjen PDIP Hasto Kristianto kerap melakukan pertemuan dengan perwakilan Tim Sukses Jokowi pada periode Februari-Mei 2014. Pertemuan itu, untuk menjajaki peluang Samad mendampingi Jokowi sebagai cawapresnya dalam Pemilu 2014.
Nah, dalam setiap pertemuan, yang salah satunya digelar di The Capital Residence, SCBD, kata Hasto, Samad selalu menggunakan masker hijau dan topi hitam. Bahkan, saat menggelar konferensi pers Juni 2015, Hasto mengenakan dua atribut itu untuk menunjukkan kepada wartawan. Samad kemudian menjadi tersangka dalam kasus itu. Namun, tidak ada kejelasan lagi pengusutan kasus itu. Kembali ke Anas, wartawan masih menanyakan soal penggunaan masker itu. Kali ini, Anas menjawab serius. "Agak flu sedikit," selorohnya.
Topik kemudian bergeser, menjadi merapatnya sejumlah loyalis Anas ke Hanura. Di antaranya, I Gede Pasek Suardika. Dimintai tanggapannya, Anas mempersilakan saja. Bahkan, cenderung mendorong. "Ada teman-teman ingin aktip dalam kegiatan partai, ya kita ikut dorong. Kalau saya kan saya sudah tidak bisa aktif dalam kegiatan-kegiatan," tutur suami Atthiyah Laila itu.
Apakah sudah ditemui Oesman Sapta Odang, Ketum Hanura? Anas mengelak. "Ya Pak Oso lah yang menjelaskan." Pernyataan itu menutup pembicaraan. Anas lekas turun dan masuk ke dalam mobil tahanan yang membawanya ke Rutan Guntur.
Loh, kok ke Rutan Guntur, bukan ke Sukamiskin? Untuk diketahui, Anas merupakan terpidana kasus tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah dari sejumlah proyek-proyek pemerintah dan tindak pidana pencucian uang. Ia sedang menjalani masa pidana selama 14 tahun penjara Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung.
Menurut Jubir KPK Febri Diansyah, Anas memang direncanakan akan menjalani pemeriksaan maraton. Karena itu dia dititipkan di rutan Pomdam itu.
"Untuk kebutuhan pemeriksaan kami titipkan sementara dalam waktu empat hari ke depan," ungkap Febri. Pengganti Johan Budi SP itu menyebut, Anas diperiksa dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR yang juga ketua Fraksi Demokrat saat itu. ***
BERITA TERKAIT: