"Khusus untuk beras, ini menyakitkan orang kecil, petani. Kami minta kasus ini dibongkar sampai akar-akarnya," kata Amran di sela-sela Panen Pedet (anak sapi), di Lapangan Sepak Bola Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (14/10).
Sebelumnya, Agus dan 4 distributor beras ini ditangkap di tempat terpisah. Penangkapan ini terkait dengan pengembangan penyidikan kasus beredarnya beras oplosan Thailand dan Tegal yang sebenarnya untuk kegiatan Operasi Pasar.
Adapun beras Bulog ini merupakan beras impor yang digunakan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). CBP yang dikelola Bulog ini sumber dananya berasal dari APBN untuk kegiatan Operasi Pasar dalam rangka menstabilkan harga beras nasional sekaligus untuk menjaga stok dan pasokan beras dalam negeri.
"Ini enggak boleh dibiarkan. Ini adalah wilayah orang kecil, jangan diganggu. Kami minta tegas dibongkar sampai akar," tegas alumni Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin ini.
Terlepas dari itu, Amran mengaku sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri terkait adanya penangkapan tersebut.
"Kami berterimakasih kepada Polri, dulu prestasi yang dibuat Kementan adalah masalah pupuk. Oplos pupuk ada 40 yang dipenjarakan.
Alhamdulillah sekarang sudah tersedia pupuk," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: