Banteng Senayan: Aktivis ForBali Bukan Teroris Atau Separatis!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 09 September 2016, 20:37 WIB
Banteng Senayan: Aktivis ForBali Bukan Teroris Atau Separatis<i>!</i>
Foto: Net
rmol news logo Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Dhamantra menyesalkan penangkapan aktivis Forum Rakyat Bali (ForBali), I Gusti Putu Dharmawijaya yang dijadikan sebagai tersangka penurunan bendera Merah Putih dalam aksi demo warga menolak reklamasi Teluk Benoa, beberapa waktu lalu.

"Mungkin hukum tidak mengenal hari raya, mungkin juga penegakan hukum tidak mengenal perayaan keagamaan, namun  penegakan hukum selayaknya mengenal etika sosial, penangkapan ini seakan menangkap seorang teroris tidak mengenal hari raya," sesalnya ketika dihubungi, Jumat (9/9).

Menurutnya, aktifis ForBali itu bukanlah teroris ataupun anggota gerakan separatis. Mereka adalah anak bangsa yang ingin aspirasinya didengar. Soal penempatan bendera ForBali di bawah sang saka dwi wana, kata dia, hanya merupakan upaya memberikan penegasan.

"Bahwa gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa akan senantiasa menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa serta negara Indonesia, mereka tidak memiliki  niat melecehkan bendera merah putih," jelas Nyoman.

Terlebih, lanjut dia, pagubayan Desa Adat tidaklah mungkin melakukan, bahkan memimpin gerakan masyarakat adatnya melakukan gerakan tolak reklamasi, bila mereka tidak yakin atas kebenaran apa yang mereka perjuangkan. Sebab, mereka adalah putra terbaik di desa adat masing masing, baik dari sisi mental maupun spritualnya.

Karenanya, dia berharap agar Polda Bali dapat mengevaluasi kebijakannya itu.

"Dengan melakukan penanganan yang lebih persuasif dan meninggalkan kebijakan yang represif," tandasnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA