Sayangnya rangkaian peristiwa yang terjadi pada hari dan tanggal yang sama, serta tersebar luas di berbagai tempat itu tak membuahkan apa-apa. Aksi itu merupakan desain kerusuhan yang gagal.
"Ini kan bisa dibilang desain untuk menggertak-gertak dan mengancam Negara untuk rusuh. Mereka pikir Negara takut. Negara tidak takut, sudah seharusnya negara bertindak tegas terhadap orang-orang yang berniat memecah belah NKRI dan mengganggu keamanan dengan membuat kerusuhan," tegas anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul saat dikontak, Jumat (9/9).
Terlepas dari itu, politisi Partai Demokrat ini salut dengan sikap Polda Bali yang bergerak cepat dan menggagalkan kerusuhan.
"Saya angkat topi pada upaya pencegahan yang berhasil dilakukan Kepolisian Bali mencegah terjadinya kerusuhan" ujar Ruhut Sitompul.
Dia meminta agar para pelaku bisa mendapatkan hukuman yang setimpal. Otak di balik rangkaian peristiwa tersebut juga harus segera ditangkap.
"Kalau perlu dituntut dengan hukuman seberat beratnya, biar mereka tidak main main lagi dengan negara ini. Ingat ya NKRI tidak boleh kalah dan Jokowi tidak mempan di takut takuti dan digertak!" tegasnya.
Soal kebijakan reklamasi yang ditolak oleh kelompok ForBali, Ruhut juga mengkritiknya. Kata dia, keputusan yang sudah diambil pemerintah dengan berbagai pertimbangan semestinya bisa diterima.
"Ini NKRI, kalau orang menolak terus berbuat anarkis masak dibiarin, kan ada jalurnya, tidak bisa dengan alasan itu mereka seenaknya berbuat saya pasti akan sampaikan ini ke Kapolri, BIN dan pasti ke Presiden kita," tandasnya.
[sam]