Jero awalnya meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo serta Wapres Jusuf Kalla.
"Saya mohon pak Presiden Jokowi, bapak mengenal saya dengan baik. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Pak Wapres, pak JK lima tahun saya di bawah bapak," katanya memelas usai menjalani pemeriksaan sembilan jam di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa malam (5/5).
Selanjutnya, Jero juga meminta bantuan kepada Susilo Bambang Yudhoyono, ketua umumnya di Demokrat yang menjabat Presiden saat dia menjadi Menteri ESDM.
"Pak SBY, juga presiden ke enam saya diperlakukan seperti ini, mohon dibantu bapak. Saya tidak tahu apa yang mesti saya lakukan saya merasa ini ketidakadilan. Sesama warga negara mestinya sama perlakuannya, itu yang saya tidak mau tandatangani berita acara penahanan," bebernya.
Terakhir, Jero meminta kepada istri, anak, keluarga besarnya di Bali, dan seluruh rakyat Indonesia turut mendoakan supaya dirinya dalam menjalani proses hukum.
"Agar saya tabah, tawakal, dan sabar menjalani proses hukum ini. Kepada rekan-rekan media juga," imbuhnya sambil memelas.
Untuk diketahui, Jero ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam dugaan pemerasan di Kementerian ESDM saat dirinya menjadi Menteri ESDM pada kurun waktu 2011-2013. Dia ditahan di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur untuk 20 hari ke depan.
[sam]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: