ICW Ingatkan Ada 23 Rekening Gendut Pati Polri Belum Terungkap

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 09 Januari 2015, 16:46 WIB
rmol news logo Presiden Joko Widodo harus kosisten dalam melibatkan KPK dan PPATK untuk memilih jabatan strategis publik seperti yang dilakukan sebelumnya pada pemilihan kabinet kerja.

"KPK dan PPATK harus terlibat juga dalam pemilihan kapolri baru. KPK dan PPATK ahlinya mengurus rekening yang mencurigakan. Jokowi jangan takut. Kemarin pemilihan jaksa agung tak melibatkan KPK dan PPATK,"kata wakil koordinator ICW Agus Suraniyanto saat konfrensi pers bersama koalisi masyakat sipil di kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Jumat (9/1)

ICW, menurut dia, Agus punya pengalaman yang tidak enak soal menelusuri rekening gendut di kepolisian. Bahkan di tahun 2010, ICW pernah bersengketa saat mengungkap 17 rekening gendut polisi.

"Sampai sekarang ada kasus 23 rekening gendung di kepolisian yang dibeberkan PPATK dan ada 17 rekening gendut yang dibeberkan kepolisian tidak tuntas," kata Agus.

Ini selayaknya menjadi catatan penting untuk Jokowi memilih Kapolri yang punya rekam jejak baik dan berintegritas.

"Kalau tidak dilakuan, kredibilitas Jokowi makin lama makin buruk,"demikian Agus.[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA