Karena kecurigaan dengan dokumen identitasnya, polisi lalu membawa tersangka korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan itu ke Ghuangzhou.
"Dia ditangkap di Zhenzhen lalu dibawa ke Ghuangchou," ujar salah satu sumber wartawan di Komisi Pemberantasan Korupsi saat dikonfirmasi Kamis malam (30/1).
Saat di Ghuangzhou, Anggoro langsung menjalani pemeriksaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Setelah diketahui identitas aslinya melalui pemeriksaan, Anggoro kemudian dibawa ke Indonesia dengan menumpang pesawat Garuda HK.
"Dia dibawa menggunakan Pesawat Garuda HK dari Ghuangzhou," sebutnya.
Sumber tadi menambahkan, selama perjalanan menuju Indonesia, bos PT Masaro Radiokom itu didampingi penyidik KPK.
"Ada empat sampai lima penyidik yang ikut menjemput," jelasnya.
[rus]